Selasa, 27 Maret 2012

Opini Seorang Rakyat

Tadi pagi, lagi-lagi di kelas keamanan informasi, dosen gue bilang tentang media informasi yang masih menguasai itu masih dalam bentuk koran dan televisi. Internet pun masih belum bisa menyainginya. Segala macam isu yang ada selalu dilempar ke publik melalui media tersebut. Nah, beliau bilang, terkadang beliau anti mainstream karena suka melempar isu baru yang sedang tidak marak dibahas.

Di beberapa postingan gue yang terakhir, gue cerita tentang childhood moment. Kali ini, gue mau sedikit mainstream dengan pemberitaan publik deh. Gue mau ngomongin BBM. Bahan Bakar Minyak loh ya, bukan BlackBerry Messenger.

Kisah ini dimulai, ketika hari Sabtu yang lalu, gue mau pergi ke salah satu restaurant steak di Riau -jalan riau di bandung bukan kepulauan riau atau sekarang namanya RE Martadinata-. Nah, sehabis Maghrib, gue berangkat dari rumah di Soekarno Hatta. Macet tentunya. Wajar malam Minggu. Dari rumah kayak biasa gue naik angkot Riung Dago. Gue memutuskan untuk duduk di depan samping Pak Supir yang sedang bekerja, mengendarai angkot supaya baik jalannya <---------- naoooon. Intinya adalah gue duduk di depan.

Sesampainya di kiara condong, beberapa penumpang di belakang mulai turun dan angkot pun menjadi sepi. Kemudian, sempat ngetem. Nah, di sela-sela ngetem ini, gue mulai diajak ngobrol sama supir angkotnya. Awalnya dia cuma bertanya mau ke mana. Ya, gue jawab ke Dago *awalnya gue emang janjian ketemu temen di simpang dago dulu*. Terus ditanya lagi, mau apa. *suka-suka gue dong mau apa?* Maunya sih jawab kayak gitu, tapi karena gue masih baik hati, ramah tamah, tidak sombong, dan rajin menabung, gue jawab : Ya, mau main aja, Pak sama temen-temen. Si bapak mulai bertanya lagi, kali ini tentang umur gue : Umurnya berapa? Udah kuliah? Gue jawab: udah pak, umurnya udah 20. Si Bapak malah ga percaya dan ngira gue masih SMP *rrrrrrrrrrrrrrrrr*. Oke, sering banget gue dikira masih SMP. It was 6 years agooooo!!! Mungkin gue terlalu imut-imut dan awet muda. Hahaha.

Setelah gue bilang gue anak kuliahan, Pak Supir mulai nanya-nanya lagi. Ini sekilas percakapannya.
Pak Supir: suka ikut demo gitu ga? Emang kalo demo gitu biayanya dari mana neng?
Gue: Ah, kaga pernah kalo sampe turun ke jalan gitu mah, Pak. Gak tau juga deh siapa yang biayain. Lagian kalo dari kampus saya udah hampir ga pernah kalo demo turun ke jalan gitu, Pak.
Pak Supir: emang kalo demo gimana?
Gue: Ya, paling kalo lagi ada isu terkait hal tertentu, dikaji gitu, Pak. Dilihat latar belakang permasalahannya dan mungkin dicari apakah masih ada solusi yang lebih tepat terus ya dikasih tahu ke pemerintah. *gue emang ga menerangkan dengan istilah kaji atau kajian sih* *padahal juga gue ga pernah ikut kajian apapun di kampus, hehe, tapi gue masih tetep mengikuti perkembangan yang terjadi kok*
Pak Supir: Sekarang kayak BBM naik nih ya neng, kalo saya sih lebih milih BBM naik.
Gue: Emang kenapa, Pak? *gantian gue yang nanya*
Pak Supir: Ya, soalnya kalo supir angkot sekarang kan, masih banyak yang ngangkot cuma jarak deket dan bayar cuma 1000. Seenggaknya, kalo BBM naik, ya minimal 2000 kayak gini lah neng sekali dapet *abisa ada penumpang jarak dekat yang turun dan bayae 2000 perak*. Kalo jadi 2000 ongkos minimalnya sebenernya supir angkot juga udah bisa ketutup neng. Jadi, ya lumayanlah.
Gue: Ooooh.

Poinnya itu aja sih. Ini cuma sekedar suara seorang rakyat yang mungkin ga akan pernah didengar oleh orang-orang yang duduk tertidur di sela-sela rapat di kursi empuk dan ruangan dingin ber-AC. Untungnya, seorang rakyat yang gue jumpai kali ini memiliki opini yang bisa mendukung pemerintah meskipun alasan yang dia berikan sebuah alasan sederhana yang memang berkaitan dengan pekerjaannya. Kalau sebaliknya, ketika seorang rakyat tidak setuju dengan kebijakan yang dibuat oleh orang-orang di atas sana, sepertinya kemungkinan opininya untuk sekedar didengar pun sudah tidak ada.

Di saat gue masih menjadi mahasiswi seperti sekarang, ternyata gue sangat bisa memandang pada posisi netral. Gue tidak harus memihak kepada pemerintah dan gue juga tidak harus berpihak kepada rakyat. Gue bisa memposisikan diri gue di antara keduanya. Dengan pikiran yang jauh lebih terbuka untuk mempertimbangkan sisi positif dan negatif dari sebuah isu yang terjadi.

Sebentar lagi, gue akan terjun ke dunia yang kata salah satu dosen gue itu abu-abu. Di luar sana, apapun akan terlihat abu-abu kalau kita ga bisa berpegang teguh dengan prinsip dan keyakinan kita. Lain halnya dengan apa yang terjadi di dunia pendidikan, apalagi di lingkungan kampus gue yang masih hitam putih. Masih bisa dibedakan. kalau abu-abu, hitam dan putih itu sudah bercampur manjadi satu. Entah apa yang bisa memisahkannya lagi agar menjadi jelas.

Mungkin yang bisa gue bayangkan adalah hanya membuat keabu-abuan itu menjadi lebih hitam dengan menuangkan warna hitam lagi atau masih adakah yang ingin membuatnya lebih putih dengan menuangkan warna putih yang jauh lebih banyak.

Senin, 26 Maret 2012

Yes, My Generation Wins

I've just happened to find this video in my facebook's news feed. It just reminds me a lot of my childhood moments :)

Yes, this short video represents my generation. I love those old days. I love every single thing of my precious  times as a child. 


In this video, you'll found the balloon I posted in my post right before this one. You'll see the eraser I'm sure you'll remember. Biodata scene, I think I still put mine somewhere in my house :p. You'll find the games you would never see kids todays play them but those are the games of your life.

WARNING: you will miss your childhood ever after watching this. well, it's worth :)

Thanks for the ones who has made this great video. You give us back our old times.

Sabtu, 24 Maret 2012

Remember This Balloon? 90's kids?

Hehehe. You know I have two years old niece.
Week ago, my parents came to Bandung to visit me and my brother *or only their granddaughter* so I came to my brother's house to meet my parents. There, I played with my niece. Suddenly, she just yelled about balloon. I thought she wanted that rubber balloon but I was wrong. She wanted one kind of balloon you will hardly meet todays.

This kind of balloon.  




Just while ago, I found a post in 9gag, a man who's playing with this kind of balloon. Just today, I played again with this balloon. I blew it and just popped it to my face and also to my niece face. Hahaha.

Besides the balloon, I also played with my niece's toy : paraffin. It's been so long. I used to have lots of them. When I was a kid, I would have played with my imagination to create some good designs using paraffin. Unlike today, I almost had nothing in my mind to create some kind of shape using paraffin. Well, I've just made these ones.

Foods : pastel, mini crepes. and candy.

Gamers know what I made.

I wish it looks like a bouquet of flowers, hehe :)

I miss my childhood. Lol. See ya' reader!

Wednesday Lunch

It's not impulsive thing to do. It's just a desire to eat something delicious :)

I went to one of nice restaurants in Dago last Wednesday. Well, it just happened because Chita and I didn't know where to go to have lunch. It was just the two of us going to my favorite Pizza Restaurant -if you know what I mean-.

I ordered personal pan pizza which was really cheesy while Chita ordered pasta. As usual, the beverages came first. It made a good combination of colors. Just look at this picture below :p


It looked so fresh! *sluuurp*
For your information, we also got free salad because of the lunch time :)

Mmm, actually, I also had lunch a week before with Hapsari in the same restaurant. haha.

yummmmmmmyyyyyy.

Senin, 19 Maret 2012

Fix You: at night

"When you try your best but you don't succeed
  When you get what you want but not what you need
  When you feel so tired but you cant sleep
  Stuck in reverse"

Lirik yang super banget nih. Sering banget gue ngerasa kayak gitu.

Baris pertama
Bercerita tentang seseorang yang berusaha keras tetapi tetap tidak berhasil. Ok. Gue emang bukan tipikal orang yang ngoyo. Tapi, gue selalu sedih banget kalo gue udah berusaha mati-matian dan hasilnya nihil. Hoft. Di saat seperti itulah, gue cuma bisa menenangkan diri dengan berkata, "Mungkin lo belum all out. Lo ga ngasih yang terbaik yang lo punya. Lo masih bisa melakukan yang lebih baik lagi di kesempatan yang lain kok." <=== reason

Baris kedua
itu sebabnya gue selalu berdoa untuk diberikan apa yang gue butuhkan bukan hanya yang gue inginkan. Di saat kecewa juga, gue jadi inget dan berkata pada diri sendiri kalau mungkin itu memang bukan yang terbaik dan gue ga perlu itu. Gue selalu yakin kalau Allah itu tau apa yang hamba-Nya butuhkan dan Dia selalu memberikan hamba-Nya hal terbaik :)

Baris ketiga
Yaik. ini mungkin yang gue alami sekarang, detik ini. Gue lagi capek banget. Tapi, gue malah ga bisa tidur. Literally. Interpretasi gue yang lain adalah kita semua pasti pernah ngerasa lelah kan? Dan itu adalah suatu hal yang lumrah sebagai manusia. Kita juga butuh yang namanya istirahat meskipun sejenak. Namun, terkadang untuk sekedar beristirahat sejenak pun kita tidak bisa. It's OK to get rest for awhile in the middle of chasing your dreams. Sometimes it could make you fresh again and it will give you some kind of new spirit to do things as long as it doesn't make you being lazier. Well, I really need to sleep right now but I just can't.



--love Coldplay--

Minggu, 18 Maret 2012

Busy Enough

What is busy? Could you please define that word for me? I just have something in my mind that if you don't even have time to whine then that means you're busy enough. But if you still got times to then you're not that busy.

Jadi, selama ini gue ga pernah sibuk atau gue ga pernah sesibuk yang gue pikirkan. Yang benar adalah gue belum bisa membagi waktu gue dengan baik. Gue masih banyak menghabiskan waktu gue untuk banyak hal yang kurang bermanfaat and not in a proper time to do. Gue selalu bilang kalau kehidupan informatika itu keras karena selalu running out of time. Tapi, ternyata itu semua hanyalah suatu sugesti yang ada di kepala gue. Gue selalu berpikir kalau gue terlalu sibuk untuk melakukan suatu hal lain. Itu salah. Gue masih punya banyak waktu kalau gue mau melakukannya.

Permasalahan yang ada sekarang adalah bagaimana caranya kita bisa membagi waktu dengan apik. Seperti yang kita semua ketahui, satu hari itu punya 24 jam, setiap jam terdiri dari 60 menit, setiap menitnya terdiri dari 60 detik. Bilangan yang cukup besar memang kalau dihitung dalam detik atau bahkan milisekon. Haha. Ga penting sih. Tapi, itu bikin gue sadar kalau gue ternyata punya banyak banget waktu. Kenapa gue selama ini merasa selalu kekurangan waktu? Mungkin itu karena waktu gue tersita dengan hal yang tidak seharusnya gue lakukan saat itu. Kayak yang udah gue bilang tadi it was not such a proper time to do those things.

Waktu itu relatif. Terkadang terasa berjalan begitu lama, terkadang juga terasa berjalan dengan sangat sangat cepat. Sepertinya gue akan mencoba menulis jadwal apa saja yang akan gue lakukan setiap harinya dan membuat ketercapaian target untuk setiap hari yang gue jalani. Semoga dengan begitu, gue bisa menjalani hari-hari gue dengan lebih baik.

Well, kita lihat berapa lama gue bisa bertahan dengan ide gue tersebut. Satu hari? Dua hari? Satu minggu? Atau ide itu hanya akan ada di benak gue aja?

Sigh. I really need to manage my time well enough. :)

CV Design

Gue sedang mencoba membuat cv untuk internship alias kp. Pertama, gue liat-liat cv punya temen, punya orang, hasil googling, pokoknya cari inspirasi gimana caranya bikin cv yang oke dan apa aja yang sebenernya harus ada di cv. Abis itu, gue menimbang-nimbang cv yang cocok buat gue yang kayak gimana baik dari segi isi dan desain.

Awalnya, gue nulis cv di ms word. Setelah dipikir-pikir, desainnya ga enak gitu diliat. Terlalu standard, simple, dan polos. Ya, ga penting memang. Tapi, gue jadi lebih tertarik mikirin ide buat desain cv karena isi cv gue yang ga berisi. haha. Mulai deh gue googling lagi tentang desain cv yang enak dipandang mata. Gue sempet nemu desain yang bagus-bagus di devian art. Tapi, ga mungkin gue bikin kayak gitu! Karena cv yang gue bikin itu harus formal. Gue mau cv gue itu keliatan formal, tapi menarik dan elegan. Ya udah, gue cari-cari lagi contoh desain cv. Gue akhirnya nemu di salah satu situs yang maaf banget gue lupa dapet dari mana jadi ga bisa gue cantumin sumbernya di sini. Gue nemu tampilan untuk cv yang menarik buat gue dan dibuat menggunakan AI (bukan Artificial Intelligence tapi Adobe Illustrator). Nah, dari situ gue kemudian mengembangkan lagi desainnya. Gue kemudian bikin cover page buat cv gue. Sangat simple, tapi menarik menurut gue. Gue juga lanjut bikin cover letter buat cv gue tersebut. Nah, jadinya seperti apa, nanti gue upload skrinsyuuutnya. Kenapa ga sekarang? Karena internet gue yang belum gue bayar dan jadi lemot tiada tara ini. Hahaha.



Gue sempet sedih loh, ngeliat cv gue yang ga ada isinya dan membuat gue berpikir ulang dan bertanya kepada diri sendiri, "Ngapain aja lo selama ini?". Tapi, setelah ngeliat hasil cv yang gue buat karena desainnya, jadi yaaa, kesedihan itu lumayan terobati kalo ga ngebaca isinya tapi cuma memandang cv sekilas aja. That also makes me wanna be someone better so that I could fill the blank space in my cv. Hehe.

Good luck buat bikin resume, cv, proposal, dan apply buat KPnya temen-temen seangkatan. Terutama teman-teman IF dan STI 09 :)

Sabtu, 10 Maret 2012

Faith in Humanity : RESTORED!

Sebelumnya, gue udah pernah bilang kalo dompet gue ilang lagi untuk yang ketiga kalinya :'p. Nah, kali ini, Alhamdulillah, dompet gue ditemukan oleh orang baik. Thank God :)

Hari Kamis lalu, sekitar pukul 11 siang, tepat ketika kuliah akan dimulai di ruangan 7601, gue dapet telpon dari Diani. Dia bilang, ada yang nyariin gue di Sekre 1 HMIF, katanya ada yang nemuin dompet gue yang ilang. Ok. Gue langsung keluar dari kelas selagi Pak Dosen nyiapin layarnya. Gue lari ke sekre himpunan yang emang deket banget sama ruang kuliah gue itu.

Sampai di depan sekre, lagi banyak orang yang ada disitu yang sebagian besar juga temen seangkatan gue yang mau kuliah juga <-- parah banget nih telat, haha. Terus, gue dikasih tau ada seorang bapak tua yang berdiri disitu. Beliau kah yang menemukan dompet gue? Iya. Temen-temen gue langsung bilang, "Nih, Rachesnyaaa."
Bisa dipastikan beliau lah yang menemukan dompet gue. Bapak tersebut langsung bertanya dan memberi kepastian tentang dompet saya tersebut. Pertana beliau memberikan kepada saya stiker himpunan yang memang saya taruh di dompet. Ini stikernya.

Lalu beliau menyebutkan ciri-ciri dompet gue yang berwarna hitam dan beberapa isinya seperti KTM, ATM, KTP, dan kartu identitas lainnya. Lalu beberapa struk dan bahkan beliau menyebutkan struk laundry yang berharga sekitar 9ribuan. Beliau juga menyebutkan jumlah uang yang berkisar 57ribu yang ada di dompet gue *yang bahkan gue sendiri juga udah ga inget ada berapa*. Abis itu, gue diajak langsung ke rumahnya. Tapi, karena tas gue udah ada di kelas walaupun kuliahnya bisa bolos, gue bilang ke Bapak tersebut kalo gue ga bisa ikut langsung karena masih ada kuliah. Lalu, gue minta alamat rumah beliau dan gue catat di belakang stiker yang beliau berikan. Ini kurang lebih bentuk dan isi dompet gue :D
ini penampakan dompet gue

sim card yang udah ga kepake :D

itu ada foto-foto jaman SMA

ternyata uangnya ada Rp 73.700,00

Beliau juga bercerita bahwa sudah sekitar tiga minggu dompet tersebut beliau simpan, dan mencari pemiliknya di sekitar tempat beliau menemukan dompet saya, yaitu di depan SMP Pertiwi yang juga dekat dengan rumah beliau dan kosan gue. Kemudian, beliau sempat ke TU Prodi untuk menanyakan pemilik dompet yang beliau temukan karena beliau melihat KTM gue dan kebetulan juga salah satu anak beliau lulusan ITB. Beliau sempat bercerita bahwa beliau sudah pensiun sejak 18 tahun yang lalu. Wew. Beliau memang sudah terlihat renta. Beliau bilang ketika beliau bertanya ke TU, TU meminta KTMnya agar nanti langsung diberikan, tetapi karena beliau tahu itu ATM juga, maka beliau tidak mau. Akhirnya beliau mendatangi sekre himpunan yang beliau ketahui dari stiker tadi. Sepulang kuliah, gu bersama dua orang temen gue, Hapsari dan Arie mengunjungi rumah beliau untuk mengambil dompet gue. Ternyata rumahnya ga jauh dari kosan gue, Kurang lebih di belakang kosan gue. Ketika singgah di sana, ada dua orang cucu beliau yang sedang bermain di ruang tamu :)

Akhir cerita. Dompet gue kembali dengan selamat sentosa ke tangan gue dan gue berjanji akan menjaganya baik-baik. Dan ucapan syukur Alhamdulillah serta terima kasih ga luput gue ucapkan kepada Allah juga kepada Bapak Tua tersebut. Subhanallah. Ternyata pada zaman di mana kejahatan berkeliaran dengan brutal begini, masih ada sesosok manusia yang sangat mulia. Terima kasih, Pak :). Alhamdulillah Ya Allah.

Kamis, 01 Maret 2012

lots of lost

10000 hours learning and trying to be expert? hmm.
how about facing a failure or barriers? then you don't even want to look back at such thing you used to love the most? you quit? and some other times, you would just realize that you still got the passion to do the thing. you would just hesitate and you wished that you didn't stop at that time.


try to climb the big wall you face. try to destroy all barriers in front of you. challenge the failure so it will be frightened of you and run away from your red carpet. you would never know if the golden star is just an inch away from you.