Kamis, 15 Agustus 2013

Cirebon Cafe and Resto

Menu Utama

1. Mie Koclok
2. Empal Gentong
3. Nasi Jamblang
4. Nasi Lengko
5. Bubur Sop
6. Gado-Gado
7. Mie Get
8. Docang
9. Sate Kambing Beber
10. Bakso Jalaksana
11. Kupat Tahu Kuningan
12. Ketoprak

Cemilan
1. Tahu Gejrot
2. Otak-Otak Kentang
3. Kerupuk Melarat
4. Kerupuk Rambak

Minuman
1. Sirup Tjampolay Semua Rasa
    ♥ Rasa Pisang Susu
2. Es Campur Aeh-Aeh
3. Es Kelapa Muda

Gue suka masakan Jepang, gue suka masakan Eropa, tapi gue suka banget sama masakan khas Cirebon dan sekitarnya yang sering gue makan dari jaman gue masih bocah.
Kayaknya seru kalau ada satu tempat yang nyediain semua makanan yang gue suka di satu tempat.
Tiba-tiba gue tertarik buat bikin tempat makan yang menunya makanan-makanan di atas :D
Terus tempatnya gue kasih nama CCR : Cirebon Cafe and Resto :9

Jumat, 28 Juni 2013

Deduksi Ala Sherlock

Kemampuan deduksi dari seorang Sherlock Holmes itu sangat luar biasa. I was always amazed by him, everytime I read the book or watch the movies. Well, karena tema wisuda Juli yang akan datang katanya Sherlock Holmes, gue jadi kembali membuka beberapa novelnya dan menonton tv series-nya.

Pertama kali gue nonton series-nya itu yang versi lama, yg ada tujuh seri. Gue donlot itu waktu TPB, internet di rumah lemot dan masih pakai desktop pc, terus gue tinggal tidur dah donlotannya. Haha. Tapi, yang mau gue bahas kali ini series yang baru dibuat sejak versi layar lebarnya yang pertama keluar tahun 2009 dan mulai tayang di BBC tahun 2010 kalau tidak salah. Di tv series tersebut, backgroundnya bukan lagi akhir abad 19 dan awal abad 20 melainkan era saat ini. Hahaha. Dalam postingan kali ini gue cuma mau sedikit curcol nih apa aja yang bikin gue terkesima dengan serial tersebut dan yang gue ga suka as a big fan of the 'old' Sherlock from the novel.

Gue mulai cerita dari pertama kali baca novel Sherlock karena Detektif Conan yang gue baca sejak kelas 2 SD. Dan gue baru mulai baca novelnya saat gue kelas 6 SD atau 1 SMP. Sejak saat itu mungkin gue juga jadi sedikit obsessed dengan Sherlock seperti Shinichi. It was because he was a great man. Haha. He's almost perfect, I think. He could deduce every single thing in a second, he's a good observant (unlike me who is ignorant), he could play anggar, he could play violin, he could disguise without being recognized even by dr. Watson. Well, the positive sides from Sherlock, tapi dia juga punya kekurangan seperti suka ngobat, terkadang ga tau sikon untuk bersimpati dan berempati karena terlalu logis, jadi perfect yg gue maksud cuma diliat dari positifnya aja XD. I love the way he is. Bahkan gue sempet ngikutin kebiasaan dia ga makan kalo lagi mikir, dan hal tersebut gue cerna sebagai suatu hal ilmiah, sistem pencernaan itu bisa memeperlambat kerja otak kita untuk berpikir, intinya gitu sih.

Lanjut, pertama kali gue nonton serial tv-nya diceritain pertemuan pertama Holmes dan Watson. Di serial tersebut banyak elemen yang ditambahkan, but it was still ok for me. Sekarang ngomongin karakternya. Karakter yang ada dibayangan gue itu Sherlock sedikit lebih tua dibandingkan pemerannya. Pas pertama kali nongol mukanya keliatan bocah padahal seharusnya lebih tua dari itu, tapi lancip dagu, tingginya, style nya, gaya bicaranya lebih menggambarkan Sherlock dibanding Robert Downey Jr. Kalau pemeran Watson no comment, cuma lebih sering digambarkan berkumis dan di sini nggak, sikap penurut dan mengagumi Sherlock nya very nice. Karakter lainnya, Mycroft, di novel itu jarang sekali muncul tapi di serialnya terlalu sering, bahkan pertama kali gue nonton pas Watson diculik gue kira itu Moriarty. Di novelnya, Mycroft digambarkan sedikit tambun, seorang konsultan kerajaan dan pemerintahan Inggris yang bisa memecahkan kasus hanya dengan duduk diam dan membayangkannya di kursinya, even Sherlock admitted that actually his brother is much cleverer than he is. Kemampuan Mycroft sebenarnya lebih hebat jika bersaing dengan Sherlock dalam hal deduksi. Nah, kalau di serialnya, sang kakak digambarkan kurus tinggi seperti Sherlock namun lebih tua, dia juga tidak lebih hebat dari Sherlock, dia sering muncul dan malah sering meminta bantuan Sherlock. Profesor Moriarty sendiri yang gue bayangkan sesosok pria paruh baya yang masih sangat kuat dan brilliant just like Sherlock. Kalau di serialnya, sang profesor dunia kejahatan ini masih muda dan agak kurang greget sih kalau buat gue.

Kemampuan deduksi Sherlock itu luar biasa, gue jatuh cinta sama detektif. Salah satu cita-cita gue waktu SD juga pengen jadi detektif, haha. Pengen aja masuk kepolisian dan berjuang mengungkapkan kebenaran. Sherlock itu observant, dia benar-benar pengamat yang baik, seperti yang sering dia bilang, kita itu melihat semuanya, tapi tidak mengamatinya. Gue pengen deh bisa jadi pengamat yang baik, sayangnya sifat gue itu super ignorant. Fufu. Sherlock bisa mengetahui latar belakang, pekerjaan, dan apa yang dialami oleh orang tersebut hanya dengan mengamatinya. Focus on details. Dia bisa melihat detil sekecil apapun. I wish I could be just like him so I could read people. Kemampuan yang sangat bermanfaat. What a great detective Sherlock Holmes is!

Jumat, 17 Mei 2013

Free Man!

Guess what? I thought I was going to be a free man when I was becoming a college student. It ain't happened though. I just wish I could do whatever I want to as long as it still keeps me walk on the right track. Well, I'm sure that won't happen. I will always be just a little girl who must be controlled over.

Jumat, 10 Mei 2013

Just Wondering

I was just wondering what my nick means. So, I googled it and tried to find any person who's named Raches. My nick was given by my first year friend, Gita. When I googled it, I found that Raches is a village name in Greece. But it's also said there is a city named Râches in France.


I was too lazy to read more about it, but some other times I look forward to read it. Haha.
And for what I found in facebook. There is no people named Raches, there's only Rachel. And here it is what I found.

"Raches (Greek: Ράχες) is a village and a former municipality on the island of Ikaria, North Aegean, Greece. Since the 2011 local government reform it is part of the municipality Ikaria, of which it is a municipal unit. With a population of 2,238 inhabitants (2001 census) and a land area of 101.768 km, it is the largest in area, smallest in population, and therefore the least densely populated of the three municipal units on Icaria. The other two municipal units are Agios Kirykos and Evdilos."


"Râches is a commune in the Nord department in northern France."

Senin, 06 Mei 2013

'The One' Who Can Always Be Trusted

Teringat dengan percakapan ketika makan siang di kampus bersama dua orang teman, sebut saja x dan y. Cuplikan percakapan tersebut mengenai kepercayaan. Y membuka topik apakah kita punya seseorang yang kita ceritakan segala sesuatunya tentang kita dan suatu saat nanti kita juga harus percaya sama suami atau istri kita. Sedangkan, saya dan x sama-sama orang yang sulit untuk percaya sama orang, makanya jarang mau cerita apapun ke orang lain. Kemudian, y bilang kalau ada yang selalu bisa kita percaya dan tempat kita cerita, yaitu Tuhan. Ya itu benar. Dia lah 'the One' yang saya maksud.

Selama ini, ketika saya punya masalah atau pikiran yang memusingkan, biasanya saya hanya diam, atau uring-uringan tanpa pernah mau cerita ke siapapun. Padahal ada juga tipikal orang yang terlalu mudah untuk menceritakan kisahnya. Biasanya orang yang sudah bercerita memang merasa sedikit lebih tenang karena seperti telah membaginya dengan orang lain. Tapi, saya bukan orang seperti itu. Satu-satunya tempat saya bisa bercerita meskipun tanpa perlu menceritakannya hanya Dia karena Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

Di saat saya hanya terdiam dan duduk merenung pun, Allah selalu tahu apa yang saya inginkan, apa yang saya butuhkan, dan Allah selalu tahu bagaimana cara membantunya. Luar biasa bukan. Allah itu Maha Dekat, dan saya selalu sedih kalau mengingat betapa tidak bersyukurnya saya yang selalu didampingi-Nya. Alhamdulillah saya masih selalu diingatkan berulang-ulang kali. Ya Allah, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku agar mereka mengerti perkataanku :)

Minggu, 05 Mei 2013

Energy Management

Salah satu fitur yang ada di Brownie Z. Laptop saya ini Lenovo seri Z400. Nah, fitur energy management-nya asik.

Energy Management 
Lucu ya? Ada 4 fungsi utama untuk Power Plan, Battery, Dust Removal, dan Intelligent Power Saver.

Power Plan
Yang ini sama kayak biasa, ada pilihan Power Saver yang digambarkan dengan sepeda, Balanced digambarkan dengan mobil, dan High Performance digambarkan dengan Shinkansen.

Battery
Kalau di fitur pilihan untuk battery, ada 3 nih. Untuk icon yang paling kiri, terdapat dua pilihan mode, Maximum Battery Life yang bisa memaksimalkan waktu pakai batere selama uncharged dan Optimized Battery Life yang memaksimalkan battery lifespan atau umur si batere dan akan berhenti charging saat batere terisi 60%. Icon yang ditengah Battery Gauge Reset untuk melakukan kalibrasi indikator batere karena biasanya akurasi akan berkurang seiring berjalannya waktu. Belum pernah dicoba soalnya. Yang terakhir, itu untuk melihat status batere laptop. FYI, di seri Z400 ini baterenya ga bisa asal lepas pasang.

Dust Removal
Ini fitur yang oke parah. Bisa membuang debu yang menempel di bagian dalam laptop, jadi ga perlu bongkar-bongkar laptop kalau mau membersihkan debu. Tinggal tekan tombol Start dan tunggu beberapa saat. Voila! Debu pun akan keluar dari bagian di sebelah kiri laptop. Dulu, waktu saya masih dengan Kira, saya minta tolong teman untuk membersihkan laptop saya yang berdebu dan suka kemasukan remah-remah makanan terus jadi overheat. Sekarang, there is a simple way to remove the dust. Laptop ini juga ga gampang panas, sudah hampir sebulan saya gunakan dan temperaturnya oke.

Intelligent Power Saver
HDD Power Saver ini bisa digunakan untuk menyimpan power yang biasa dipakai oleh harddisk. Defaultnya on kalau Power Plan diatur Balanced dan laptop sedang menggunakan battery power. Mungkin karena ini, laptopnya jadi ga berisik. Ga ada suara 'nguing-nguing' harddisk.

Seandainya ada fitur energy management untuk manusia. It's gonna be cool.

Sabtu, 04 Mei 2013

All Takes Time

Tiba-tiba kangen hobi lama. Gue pengen nulis lagi. Meski sekedar cerita pendek, fiktif, dan imajinatif. Gue pengen bikin script lagi yang bisa lanjut dijadikan sebuah karya film pendek sama temen-temen lama. Ah, kapan gue bisa kembali menggunakan otak kanan gue? Hem, otak kiri aja cuma kepake sebentar dan ga dimaksimalkan. Semua ide yang dulu pernah bermunculan sekarang lenyap entah kemana. Apakah daya imajinatif seseorang akan memudar seiring dengan pengetahuan yang dimilikinya akan kenyataan yang ada?

Fokus dong! Selesaikan TA sesegera mungkin, setelahnya lo bisa ngelakuin apapun yang lo mau. Itupun kalau sang waktu mengizinkan. Ah, gue cuma pengen memanfaatkan waktu sebaik mungkin sekarang. Tapi, itupun masih terhalang dengan sifat malas yang tidak juga mau diusir. Hahaha. *bodoh*