Well, it's been the third time I lost my wallet *sigh*. It happened week ago when I was going late for a class. I was in a rush heading to my campus. I went out of my room still holding my wallet and cellphone. After I locked the door, I took some money to pay for the public transportation so I wouldn't need to open up my wallet in there then I just put it in my bag. In the middle of my way to the place where I used to stood waiting for the angkot -it's the name we call for a kind of public transportation here in Indonesia-, it suddenly rained so I took my umbrella out of my bag. Still trying to open up the umbrella and kept walking *yeah, cause I was already late for the class* until I reached the place to wait for angkot. I finally got an angkot and sat near the door. I put my bag in my lap then grabbed the upside of my bag. I couldn't feel my wallet that gotta be there. It didn't took so long 'til I arrived in my campus. I run to the car park there then checked out my bag. I hoped I could find my wallet and just went to the classroom. But, I couldn't find it. Suddenly, I decided not to come to the class and looked for it. I wished I still could find my wallet on my way back to my dorm. I had checked all my way back twice but still couldn't find it. That I realized that no more I could do to find it. My wallet is gone again. Losing my identities card, my senior high photos, cards, and some money of course. I think it's a hattrick but I won't make another shot.
Kamis, 23 Februari 2012
Kamis, 02 Februari 2012
No warning! Get prepared now!
Sudah satu setengah minggu saya memasuki semester 6. Jauh di luar dugaan saya, ternyata belum ada tugas yang bikin mahasiswanya struggle, hehe. I guess next week the hell days will come to us. Masih berhati-hati dengan wejangan dari para senior tentang semester 6. It has become fears in my mind but I still have done no preparation to anticipate it.
Kecemasan terbesar untuk mahasiswa Informatika adalah tugas besar which comes without warning. Sejauh ini, tugas yang baru rilis hanya sekedar tugas mandiri biasa. The very first one has come from Information Security class, tugas yang diberikan mengenai social engineering yaitu melakukan pencarian data pribadi seseorang. Kemampuan seperti ini diperlukan namun kami sudah sangat diwanti-wanti untuk tidak melakukan penyalahgunaan informasi apapun. I still don't know how to get it done. Tujuannya memang bukan hanya mendapatkan informasi tersebut, tapi bagaimana cara mencari informasi tersebut yang nantinya akan ditulis dalam bentuk laporan.
Tugas kedua yang tertulis di catatan saya berasal dari kuliah Komunikasi Antar Personal a.k.a KAP. Kali ini mengenai Emotional Intelligence. Wew, mata kuliah yang saya ambil semester ini sepertinya jauh dari yang namanya coding. Eits, tunggu dulu, they just haven't come down to the earth yet. Sebenarnya saya membuka laptop dengan koneksi internet *yang baru nyala lagi setelah tiga hari mati dan membuat saya seperti orang gua yang ketinggalan informasi - lebay* ini awalnya dengan tujuan mencari bahan kuliah dan menyelesaikan tugas KAP tersebut. Ambisius memang mengerjakan di hari yang sama dimana tugas tersebut diberikan. Tapi toh semua itu hanya niat belaka. Pada akhirnya yang saya lakukan hanyalah membuka jejaring sosial, that laugh-maker site 9gag dan google. Saya berhasil mendapatkan bahan-bahan menarik untuk mengerjakan tugas tersebut. Namun, mode liburan yang ada dalam diri saya sepertinya belum diswitch balik ke mode kuliah. Haha. Buktinya, sekarang gue masih berhadapan dengan laptop ini tapi di dunia blog bukan di dunia word processor. Anyways, wish me luck for next week and those days that follow :)
Kamis, 26 Januari 2012
The 6th
Hai, hai, hai. New semester has come!
Yup, ini sudah hari ketiga saya berada di semester 6. Tidak terasa wakut berjalan sangat cepat. Tiap masuk ke semester baru. Saya masih teringat -atau merasakan- semester pertama saya di bangku kuliah. Teringat ketika pertama kali menginjakkan kaki di kampus, saya mungkin masih seorang remaja 'cupu'. Seorang mahasiswi baru yang masih harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. And now here I am, terduduk di depan laptop yang setia menemani hampir 24/7 kalau kegiatan perkuliahan mulai 'luar biasa'.
Well, ini baru hari ketiga di tiga semester terakhir kuliah *amiiiiiiin*. Berbeda dengan semester lalu dimana pada hari pertama kuliah sudah ada satu buah tugas kecil yang dihadiahkan, kali ini belum ada satu tugas pun yang ada di To Do-List saya. Kalau kata kakak-kakak senior, bersiaplah menghadapi semester 6 yang katanya merupakan semester yang paling mematikan. Well then, challenge accepted! Tidak mungkin juga kan saya tidak melewati semester 6?
Kalau melihat silabus perkuliahan yang ditayangkan di slide kuliah saat di kelas, memang semester kali ini kan terasa sangat 'luar biasa'. Saya sempat bergeming ketika ada yang bilang semester 6 akan lebih hectic dibanding semester-semester sebelumnya. Padahal semester lalu saja saya menjadi sakit-sakitan karena tidak memperhatikan kesehatan di tengah tugas yang menumpuk. Nilai saya semester kemarin juga turun. Yah, sepertinya saya juga memang kurang fokus mengerjakan segala sesuatunya semester kemarin.
Banyak hal di semester lalu yang bisa saya ambil pelajaran. Tidak cuma mengenai kuliah, tidak hanya sekedar hardskill, tapi dalam banyak hal. Selain hardskill, saya mulai belajar bagaimana mengatur waktu saya. Bahasa kerennya time management. Saya memang masih sangat keteteran dengan pembagian waktu. Terutama mungkin karena sifat saya yang agak moody juga. Jadi, kalau lagi tidak bersemangat, yaaa, hampir tidak ada yang saya lakukan *kecuali kepepet deadline, hehe*. Bagi-bagi waktunya bukan cuma untuk tugas kuliah, tetapi juga untuk beberapa kegiatan di himpunan. Alhasil, saya hampir tidak pernah membaca bahan kuliah kecuali H-1 ujian atau kuis *atau ada teori yang harus dipelajari terlebih dahulu saat mengerjakan tugas*.
Nah, di semester baru dan tahun yang baru ini *ya, it's already 2012 and it's my first post this year*, saya seharusnya bisa memenej waktu saya dengan lebih baik berlandaskan pengalaman saya kemarin *hope so*. Semester lalu juga saya belajar banyak banget dari suatu acara yang tadinya mau saya jadikan satu post tersendiri, tapi ga sempat-sempat. Nama acaranya Pengmas Camp. Sekilas tentang acara ini, menginap di tempat tinggal warga Desa Tarumajaya yang sangat welcome dan melakukan beragam kegiatan bersama warga di sana. It was such a GREAT experience for me :)
Selain time management dan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, saya juga jadi belajar menghargai kesehatan dan mensyukuri nikmat sehat. Kenapa? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saya sempat jatuh sakit. Penyakit yang memang lazim diderita oleh anak kuliah dan anak kosan : maag. Padahal dari kecil, TK, SD, SMP, sampai SMA, saya sangat-sangat-sangat jarang sakit. Begitu memasuki kuliah apalagi di prodi Teknik Informatika ini, saya jadi gampang sakit. Sedikit-sedikit flu, salah makan sedikit diare, telat makan sedikit maag kambuh, mun ceuk urang sunda mah geus teu kaopan awakna.
Sama halnya yang saya alami sekarang, lagi merasakan sakit perut melilit-lilit kayak ada yang lagi ajeb-ajeb di dalam perut. Maag saya kambuh tadi dari pagi. Setibanya saya di Bandung, tanggal 23 malam pukul 23, saya merapikan kamar kosan sebentar karena sudah satu bulan ditinggalkan. Langsung tidur. Besoknya kuliah pembuka adalah Keamanan Informasi jam 7 pagi di 7601. Saya yang belum terbiasa bangun pagi memaksakan diri untuk tidak tertidur lagi sehabis Subuh. Yaa, saya memang tidak tidur lagi, tapi itu karena begitu bangun saya langsung diare. Untungnya kelas setelahnya kosong, jadi saya bisa pulang lebih cepat dan beristirahat. Tiduuuur. Malamnya, eh, malah demam. Besok paginya masih sediki demam tapi siangnya sehat lagiiii. Ada rapat bersama tim sukses salah satu calon ketua himpunan. Pulang sedikit sore dan angin Bandung yang memang sedang tidak bersahaja sepertinya membuat saya masuk angin dan malamnya jadi kembali agak demam. Eh, tadi pagi maag saya yang malah kambuh sampai post ini ditulis saya masih tidur-tiduran sedikit menahan rasa sakit dan membuka halaman 9gag buat menemani. Hehe. Tadi siang juga, saya sempat muntah sebelum masuk kelas terakhir. Jadi agak lega sih. Alhamdulillah.
Sakit itu ga enak. Kalau lagi sakit, saya hampir tidak bisa berpikir dan tidak bisa melakukan apapun. Kayak sekarang, rencananya mau ikut sharing KP (Kerja Praktek), tapi masih tidak kuat kalau harus kembali ke kampus. Paling nanti minta diceritain temen. Hmm. Yaaa, balik lagi, karena ngerasa sakit itu tidak enak. Saya menjadi sangat bersyukur atas nikmat sehat yang selama ini diberikan. Biasanya orang memang jarang mensyukuri kesehatan sampai diberi sakit. Satu hal baru yang saya pelajari adalah untuk selalu berusaha menjaga kesehatan agar tidak mengganggu semua kegiatan.
Selain time management dan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, saya juga jadi belajar menghargai kesehatan dan mensyukuri nikmat sehat. Kenapa? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saya sempat jatuh sakit. Penyakit yang memang lazim diderita oleh anak kuliah dan anak kosan : maag. Padahal dari kecil, TK, SD, SMP, sampai SMA, saya sangat-sangat-sangat jarang sakit. Begitu memasuki kuliah apalagi di prodi Teknik Informatika ini, saya jadi gampang sakit. Sedikit-sedikit flu, salah makan sedikit diare, telat makan sedikit maag kambuh, mun ceuk urang sunda mah geus teu kaopan awakna.
Sama halnya yang saya alami sekarang, lagi merasakan sakit perut melilit-lilit kayak ada yang lagi ajeb-ajeb di dalam perut. Maag saya kambuh tadi dari pagi. Setibanya saya di Bandung, tanggal 23 malam pukul 23, saya merapikan kamar kosan sebentar karena sudah satu bulan ditinggalkan. Langsung tidur. Besoknya kuliah pembuka adalah Keamanan Informasi jam 7 pagi di 7601. Saya yang belum terbiasa bangun pagi memaksakan diri untuk tidak tertidur lagi sehabis Subuh. Yaa, saya memang tidak tidur lagi, tapi itu karena begitu bangun saya langsung diare. Untungnya kelas setelahnya kosong, jadi saya bisa pulang lebih cepat dan beristirahat. Tiduuuur. Malamnya, eh, malah demam. Besok paginya masih sediki demam tapi siangnya sehat lagiiii. Ada rapat bersama tim sukses salah satu calon ketua himpunan. Pulang sedikit sore dan angin Bandung yang memang sedang tidak bersahaja sepertinya membuat saya masuk angin dan malamnya jadi kembali agak demam. Eh, tadi pagi maag saya yang malah kambuh sampai post ini ditulis saya masih tidur-tiduran sedikit menahan rasa sakit dan membuka halaman 9gag buat menemani. Hehe. Tadi siang juga, saya sempat muntah sebelum masuk kelas terakhir. Jadi agak lega sih. Alhamdulillah.
Sakit itu ga enak. Kalau lagi sakit, saya hampir tidak bisa berpikir dan tidak bisa melakukan apapun. Kayak sekarang, rencananya mau ikut sharing KP (Kerja Praktek), tapi masih tidak kuat kalau harus kembali ke kampus. Paling nanti minta diceritain temen. Hmm. Yaaa, balik lagi, karena ngerasa sakit itu tidak enak. Saya menjadi sangat bersyukur atas nikmat sehat yang selama ini diberikan. Biasanya orang memang jarang mensyukuri kesehatan sampai diberi sakit. Satu hal baru yang saya pelajari adalah untuk selalu berusaha menjaga kesehatan agar tidak mengganggu semua kegiatan.
Yeach, first post. It ends here. Mau tidur-tiduran lagi sambil baca 9gag.
Minggu, 27 November 2011
Di Perempatan
Tadi pagi, gue berangkat ke kampus sekitar jam 9an dari rumah. Hari Minggu gue tetep ngampus gara-gara ada presentasi tugas besar jam 11.30. Kalau keluar rumah hari Minggu pasti macet di mana-mana, jadi gue berangkat sedikit lebih cepat biar ga telat. Dari Soekarno-Hatta menuju Ganeca. Beuh, bener aja. Gue naik angkot Riung Dago dari depan Al-Islam dan ga jauh dari situ udah macet. Rrrrr. Maklum ada pasar tumpah kayak Gasibu gitu di Metro tiap Minggu. Bebas dari kemacetan di sana. Sampailah gue di dekat perempatan SAMSAT. Hmm, ada pasar tumpah juga dan pasti macet, ditambah lampu merah pula. Panas banget lagi di jalan.
Nah, karena macet, gue memilih untuk main game yang baru gue download aja di hape buat ngusir jenuh. Terus sampai di lampu merah (tepat di perempatan), gue ngeliat ke arah luar. Gue duduk tepat di depan pintu angkot. Angkot berhenti lagi karena memang lampu sedang menyala merah. Di saat gue melihat keluar, gue menyaksikan dua orang bapak yang sedang tawar menawar. Penjual sepatu bersama seorang bapak yang sedang memegang sepatu sekolah. Si bapak tersebut melihat-lihat sepatu dan terlihat menawar harganya. Namun, harga yang diminta bapak tersebut tidak disepakati oleh penjualnya. Bapak tersebut melihat lagi sepatunya, kemudian mencoba menawar lagi. Tapi, sepertinya tetap tidak dikasih oleh penjual. Akhirnya ia memberikan kembali sepatu yang dari tadi ia pegang ke penjual. Dia berjalan ke trotoar dan mata gue masih ngikutin bapak tersebut. Ternyata, dia nyamperin anaknya yang menunggu di trotoar. Gue melihat wajah anaknya yang terlihat kecewa karena tidak jadi beli sepatu. Sang ayah merangkul pundak anaknya yang kecewa lalu berjalan menyusuri trotoar.
Angkot gue jalan lagi, langsung belok kanan ke arah Kiara Condong. Tapi, sepanjang perjalanan tadi gue kepikiran sama kejadian yang gue lihat. Masih kebayang raut wajah anak tersebut yang sedih dan kecewa karena tidak jadi membeli sepatu. Ironi banget gue ngeliatnya. Gue bisa beli sepatu dengan harga ratusan ribu dan kalau rusak sedikit langsung merengek-rengek minta beli yang baru. Gue juga sedih kalau ga jadi beli sepatu. Gue sedih kalau ga bisa beli sepatu dengan harga yang memang 'mahal' dan sayang juga kalau gue mengeluarkan duit segitu cuma buat beli sepatu. Sekarang gue semakin sedih karena miris ngeliat orang yang ga jadi beli sepatu yang harganya mungkin hanya sejumlah uang yang ada di dompet gue saat itu (isi dompet gue juga ga seberapa). Huft. Bener-bener ngingerin gue biar ga terlalu boros, harus hemat. Masih banyak orang di luar sana yang kurang beruntung. Mengingatkan gue juga atas limpahan rizki yang diberikan-Nya. Alhamdulillah :)
Nah, karena macet, gue memilih untuk main game yang baru gue download aja di hape buat ngusir jenuh. Terus sampai di lampu merah (tepat di perempatan), gue ngeliat ke arah luar. Gue duduk tepat di depan pintu angkot. Angkot berhenti lagi karena memang lampu sedang menyala merah. Di saat gue melihat keluar, gue menyaksikan dua orang bapak yang sedang tawar menawar. Penjual sepatu bersama seorang bapak yang sedang memegang sepatu sekolah. Si bapak tersebut melihat-lihat sepatu dan terlihat menawar harganya. Namun, harga yang diminta bapak tersebut tidak disepakati oleh penjualnya. Bapak tersebut melihat lagi sepatunya, kemudian mencoba menawar lagi. Tapi, sepertinya tetap tidak dikasih oleh penjual. Akhirnya ia memberikan kembali sepatu yang dari tadi ia pegang ke penjual. Dia berjalan ke trotoar dan mata gue masih ngikutin bapak tersebut. Ternyata, dia nyamperin anaknya yang menunggu di trotoar. Gue melihat wajah anaknya yang terlihat kecewa karena tidak jadi beli sepatu. Sang ayah merangkul pundak anaknya yang kecewa lalu berjalan menyusuri trotoar.
Angkot gue jalan lagi, langsung belok kanan ke arah Kiara Condong. Tapi, sepanjang perjalanan tadi gue kepikiran sama kejadian yang gue lihat. Masih kebayang raut wajah anak tersebut yang sedih dan kecewa karena tidak jadi membeli sepatu. Ironi banget gue ngeliatnya. Gue bisa beli sepatu dengan harga ratusan ribu dan kalau rusak sedikit langsung merengek-rengek minta beli yang baru. Gue juga sedih kalau ga jadi beli sepatu. Gue sedih kalau ga bisa beli sepatu dengan harga yang memang 'mahal' dan sayang juga kalau gue mengeluarkan duit segitu cuma buat beli sepatu. Sekarang gue semakin sedih karena miris ngeliat orang yang ga jadi beli sepatu yang harganya mungkin hanya sejumlah uang yang ada di dompet gue saat itu (isi dompet gue juga ga seberapa). Huft. Bener-bener ngingerin gue biar ga terlalu boros, harus hemat. Masih banyak orang di luar sana yang kurang beruntung. Mengingatkan gue juga atas limpahan rizki yang diberikan-Nya. Alhamdulillah :)
Selasa, 09 Agustus 2011
Semester 5,"Hey, man! It was just a first day!"
Ga terasa, ternyata gue udah memasuki semester 5 lagi aja. Rasanya baru kemarin gue jadi anak kuliah, sidang terbuka di Sabuga, ikut ProKM 2009, diajarkan Salam Ganesha, dan banyak hal baru saat itu. Sekarang, gue bukan lagi anak kemarin sore yang baru jadi 'mahasiswa', gue udah tingkat 3. Tapi, apa aja yang udah gue perbuat 2 tahun ini? Apa aja yang udah gue dapat di bangku kuliah? Pembelajaran apa yang gue peroleh dari lingkungan kampus ini? Untuk 2 pertanyaan terakhir jawabannya BANYAK tapi gue masih butuh banyak ilmu, pengalaman, dan pembelajaran lainnya. Dan untuk menjawab pertanyaan pertama, mm, entahlah. Gue juga ga tau apa aja, apakah yang gue lakuin semua punya arti buat gue atau orang lain? If it's a yes, it could beI've done something.
Mau ngomongin soal kuliah aja deh sekarang. Hm, semester ini gue ngambil 22 sks lagi kayak semester kemarin. Gue ambil Sistem Operasi(OS), Jaringan Komputer(Jarkom), Sistem Informasi(SI) yang merupakan mata kuliah wajib, ditambah Strategi Algoritma(Stima), Sistem Basis Data(SBD), Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut(RPLL) yang merupakan mata kuliah pilihan wajib IF, dan satu mata kuliah non prodi yang gue ambil, yaitu Perilaku Organisasi.
Kalau tingkat 2 jam kuliah gue didominasi oleh kuliah siang *bahkan semester 4 kuliah paling pagi jam 1 siang kecuali praktikum*, nah, kali ini jadwal gue pagi semua. Udah kayak anak sekolahan lagi. Tadi hari pertama gue masuk, gue ada kelas dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang tanpa istirahat, terus lanjut lagi jam 4 sampai jam 5 sorenya. Kuliah hari pertama, yang ada dipikiran gue, "Ah, paling juga kenalan dulu sama dosennya, terus slide awal kalo langsung mulai juga baru pengantar doang biasanya". Berpikir begitu, biar agak rileks. Namun, kenyataan yang terjadi di kelas adalah satu mata kuliah langsung mengeluarkan tugas kecil atau biasa disingkat tucil, dan satu mata kuliah lain telah memberikan PR, dan gue udah ga paham lagi betapa sadisnya hidup ini *lebay*. Yaaahh, sebagai mahasiswa kita cuma bisa menerima wejangan dari dosen apapun itu bentuknya.
Huft, melihat kondisi perkuliahan yang ga bisa main-main lagi, kayaknya gue harus bener-bener bisa me-manage diri gue biar ga sakit-sakitan, waktu yang gue punya biar semuanya tidak ada yang terbengkalai, dan gue harus berusaha mati-matian semester ini. Hahaha.
Ya udah lah ya, toh kita ngejalaninnya rame-rame, bareng-bareng seangkatan. Yang lain juga begitu. Kakak-kakak tingkat juga dulu pernah mengalami hal yang sama dan mereka masih bisa survive, kenapa gue ga?! Ayo semangat! Buat semua kawan senasib sepenanggungan yang akan melewati semester 5 dan tingkat 3 ini dengan luar biasa! :) :) :)
Mau ngomongin soal kuliah aja deh sekarang. Hm, semester ini gue ngambil 22 sks lagi kayak semester kemarin. Gue ambil Sistem Operasi(OS), Jaringan Komputer(Jarkom), Sistem Informasi(SI) yang merupakan mata kuliah wajib, ditambah Strategi Algoritma(Stima), Sistem Basis Data(SBD), Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut(RPLL) yang merupakan mata kuliah pilihan wajib IF, dan satu mata kuliah non prodi yang gue ambil, yaitu Perilaku Organisasi.
Kalau tingkat 2 jam kuliah gue didominasi oleh kuliah siang *bahkan semester 4 kuliah paling pagi jam 1 siang kecuali praktikum*, nah, kali ini jadwal gue pagi semua. Udah kayak anak sekolahan lagi. Tadi hari pertama gue masuk, gue ada kelas dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang tanpa istirahat, terus lanjut lagi jam 4 sampai jam 5 sorenya. Kuliah hari pertama, yang ada dipikiran gue, "Ah, paling juga kenalan dulu sama dosennya, terus slide awal kalo langsung mulai juga baru pengantar doang biasanya". Berpikir begitu, biar agak rileks. Namun, kenyataan yang terjadi di kelas adalah satu mata kuliah langsung mengeluarkan tugas kecil atau biasa disingkat tucil, dan satu mata kuliah lain telah memberikan PR, dan gue udah ga paham lagi betapa sadisnya hidup ini *lebay*. Yaaahh, sebagai mahasiswa kita cuma bisa menerima wejangan dari dosen apapun itu bentuknya.
Huft, melihat kondisi perkuliahan yang ga bisa main-main lagi, kayaknya gue harus bener-bener bisa me-manage diri gue biar ga sakit-sakitan, waktu yang gue punya biar semuanya tidak ada yang terbengkalai, dan gue harus berusaha mati-matian semester ini. Hahaha.
Ya udah lah ya, toh kita ngejalaninnya rame-rame, bareng-bareng seangkatan. Yang lain juga begitu. Kakak-kakak tingkat juga dulu pernah mengalami hal yang sama dan mereka masih bisa survive, kenapa gue ga?! Ayo semangat! Buat semua kawan senasib sepenanggungan yang akan melewati semester 5 dan tingkat 3 ini dengan luar biasa! :) :) :)
Senin, 08 Agustus 2011
Emptiness
It felt like I was all alone in this world when I've just arrived
Ya, semalam gw baru sampe Bandung lagi sekitar pukul 7 malam pada tanggal 7 Agustus dan 7 Ramadhan. Sudah satu minggu memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah. Alhamdulillah tanggal 1 kemarin, gw masih sempat pulang ke kampung halaman untuk menjalani ibadah di minggu pertama bersama keluarga :). Walaupun, pagi harinya gw masih harus datang perwalian dulu. It was for the first time in 3 years, at least, I could have much time -even only for a week- to be surrounded by my mom and dad while fasting.
Mungkin hal yang mau gw tulis sekarang pernah dirasakan oleh semua orang yang merantau. Sudah dua tahun gw hidup sebagai 'anak rantau'. Bandung-Cirebon dekat sih, tapi tetap saja bisa dibilang 'anak rantau', hehe. Sewajarnya anak rantau, pasti pernah merasakan rindu yang begitu luar biasa dengan orang rumah. Itu hal yang sangat lumrah. Terkadang di saat gw sendirian di dalam kamar kosan, *dan biasanya sambil nyetel lagu denganagak kenceng*, gw ingat orang tua. Apalagi kemarin siang, mama kayak ga tega gitu waktu gw balik lagi ke Bandung.
Semalam sesampainya di kosan, gw yang belum makan sama sekali *maghrib masih di jalan sih* ga ngerasa lapar. Padahal, selama satu minggu di rumah, begitu suara bedug terdengar dan adzan dikumandangkan, gw langsung makan dengan lahap. Kemarin siang, ketika kembali ke Bandung, gw juga dibawain lauk berupa ayam goreng untuk berbuka, cemilan lainnya, serta buah yang biasanya dengan lahap gw makan di rumah. Namun, itu hampir ga gw sentuh sampai kurang lebih pukul 9. Bisa jadi hal bodoh kalau gw ga makan dan nantinya malah jatuh sakit di bulan Ramadhan -____-, yaaa, gw makan juga deh! *bilang aje udah mulai berasa laper*
Setelah makan, gw memutuskan untuk membaca Al-Qur'an -yang sudah tidak rutin lagi gw lakukan sejak kuliah-. Waktu memasuki bulan Ramadhan gw punya 'cita-cita' untuk khatam Qur'an selama Ramadhan ini *bisa ga ya? hmmm*, tapi sampe sekarang baru beres 2 juz #eaaa. Gw ngaji dan ga tau kenapa saya meneteskan air mata. Entahlah, berasa kosong banget. Tapi, gw lanjutin ngaji dan lama kelamaan, gw semakin ngerasa tenang. Seolah rasa kosong yang tadi diisi oleh sesuatu. Dan itu membuat gw jauuuuh lebih tenang dan ngerasa nyaman. Alhamdulillah, saya masih dikasih berkah dari Al-Qur'an oleh Allah :)
Ya, semalam gw baru sampe Bandung lagi sekitar pukul 7 malam pada tanggal 7 Agustus dan 7 Ramadhan. Sudah satu minggu memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah. Alhamdulillah tanggal 1 kemarin, gw masih sempat pulang ke kampung halaman untuk menjalani ibadah di minggu pertama bersama keluarga :). Walaupun, pagi harinya gw masih harus datang perwalian dulu. It was for the first time in 3 years, at least, I could have much time -even only for a week- to be surrounded by my mom and dad while fasting.
Mungkin hal yang mau gw tulis sekarang pernah dirasakan oleh semua orang yang merantau. Sudah dua tahun gw hidup sebagai 'anak rantau'. Bandung-Cirebon dekat sih, tapi tetap saja bisa dibilang 'anak rantau', hehe. Sewajarnya anak rantau, pasti pernah merasakan rindu yang begitu luar biasa dengan orang rumah. Itu hal yang sangat lumrah. Terkadang di saat gw sendirian di dalam kamar kosan, *dan biasanya sambil nyetel lagu dengan
Semalam sesampainya di kosan, gw yang belum makan sama sekali *maghrib masih di jalan sih* ga ngerasa lapar. Padahal, selama satu minggu di rumah, begitu suara bedug terdengar dan adzan dikumandangkan, gw langsung makan dengan lahap. Kemarin siang, ketika kembali ke Bandung, gw juga dibawain lauk berupa ayam goreng untuk berbuka, cemilan lainnya, serta buah yang biasanya dengan lahap gw makan di rumah. Namun, itu hampir ga gw sentuh sampai kurang lebih pukul 9. Bisa jadi hal bodoh kalau gw ga makan dan nantinya malah jatuh sakit di bulan Ramadhan -____-, yaaa, gw makan juga deh! *bilang aje udah mulai berasa laper*
Setelah makan, gw memutuskan untuk membaca Al-Qur'an -yang sudah tidak rutin lagi gw lakukan sejak kuliah-. Waktu memasuki bulan Ramadhan gw punya 'cita-cita' untuk khatam Qur'an selama Ramadhan ini *bisa ga ya? hmmm*, tapi sampe sekarang baru beres 2 juz #eaaa. Gw ngaji dan ga tau kenapa saya meneteskan air mata. Entahlah, berasa kosong banget. Tapi, gw lanjutin ngaji dan lama kelamaan, gw semakin ngerasa tenang. Seolah rasa kosong yang tadi diisi oleh sesuatu. Dan itu membuat gw jauuuuh lebih tenang dan ngerasa nyaman. Alhamdulillah, saya masih dikasih berkah dari Al-Qur'an oleh Allah :)
Senin, 01 Agustus 2011
Pertemuan Unik (lagi)
Sabtu kemarin, setelah diadakan sebuah kegiatan yang disebut Biner (Bakti Informatika untuk Negeri) -yang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari Himpunan Mahasiswa Informatika ITB-, gue, Hapsari, dan Arie mau makan siang nih ceritanya. Terus kita bertiga makan nih di McDonald simpang. Gue sama Hapsari nyampe duluan, yaaah, soalnya naek motor. Gue dibonceng Hapsari yang notabene merupakan ketua geng motor kerudung tengkorak *ehehe, yang ini becandaan yak*.
Lanjut nunggu Arie nih. Hapsari beli ice cream cone dulu deh, terus kita berdua naek ke lantai atas buat sekedar duduk-duduk. Niatnya pengen duduk di sofa gitu biar empuk, tapi penuh. Jadi duduk di kursi biasa deh. Luckily, beberapa detik kemudian -ga secepat itu juga sih :p-, Hapsari ngeliat ada yang beranjak dari sofa nan empuk tersebut. Jadi, gue sama Hapsari pindah ke sana sebelum tempat tersebut diambil orang lain :D
Duduk-duduk deh di situ sambil ngobrol-ngobrol. Beberapa menit kemudian Arie pun nongol. Udah gitu, pesen makanan deh. Udah dateng semua, just say Itadakimasu ---> ini bener ga yak tulisannya? :P
Lagi enak-enak ngobrol, tiba-tiba ada seorang bapak yang membawa 2 orang anak dan duduk di sebelah kita bertanya, "Kakak, kakak kuliah di mana?" Awalnya kita ga sadar, tapi bapak tersebut sedikit menepuk pundak gue. Baru deh, kita jawab, "Oh, di ITB, Pak" sambil senyam-senyum ga jelas :D
Nah, terus, dari sana berlanjut deh percakapan di antara kami berempat. "Jurusan apa?" "Informatika,
Pak" *ya, masih basa basi kos kitu lah biasa* "Tiga-tiganya satu jurusan?" "Iya, Pak. Informatika semua"
Bapak tersebut mulai deh keliatan seneng gitu buat ngobrol.
Bapak X(BX) : "Oh, saya juga dari ITB, dari teknik elektro".
Bertiga(BT) *atau salah satu dari kami bertiga* : "Ooooooo"
BX : "Kalian angkatan tahun berapa?"
BT : "2009, Pak"
BT : "Kalau Bapak alumni tahun berapa, Pak?"
BX : "Oh, saya tahun 90"
Wew, udah beda 20 tahun booooo XD
Dari percakapan simple tersebut keterusan deh bapak tersebut cerita tentang gimana dulu beliau kuliah, magang di lab dan kerja di LAPI ITB dengan gaji 100 ribu rupiah dimana ketika itu biaya kuliah satu semester hanya 21000 rupiah (jauh banget kalo dibandingin sama kita), sampai awal mula beliau bekerja di Unilever *ini sebut-sebut merk gapapa lah ya*, pengalaman-pengalaman beliau di dunia kerja dan sebagainya. Ia pun bercerita tentang bagaimana dan alasan beliau melanjutkan pendidikan di S2 pada bidang yang berbeda yakni akuntansi, membicarakan tentang softskill yang diperlukan di dunia kerja nantinya seperti keterampilan manajerial, dan banyak hal yang sedikit banyak kami bertiga bisa pelajari dari beliau *yah, biasa, seperti kata pepatah, ambil sisi baiknya, yang buruk jangan ditiru*.
Masih banyak yang sebenarnya pengen gue ceritain lagi tentang obrolan yang seperti sharing tersebut. Tapi udah malem, dan besok adalah pertama kali gue sahur *udah Ramadhan lagi nih, ga terasa ya :)* Namun, pesan moral yang ingin gue kasih di sini adalah siapapun orangnya, dimanapun tempatnya, kapanpun waktunya, kita akan selalu bisa mendapatkan sedikit banyak pembelajaran, bahkan dari percakapan dengan orang yang belum kita kenal sekali pun, it began with such small talks. Pelajaran yang jarang kita dapat dan hampir tidak mungkin kita dapat di bangku kuliah adalah dengan sharing seperti itu :)
*Maaf ya, ini penyusunan postingnya amburadul alias acak-acakan dan tidak tersusun dengan baik, maklum faktor udah ngantuk :D. Nanti kalau sempat saya 'revisi' deh :P
Lanjut nunggu Arie nih. Hapsari beli ice cream cone dulu deh, terus kita berdua naek ke lantai atas buat sekedar duduk-duduk. Niatnya pengen duduk di sofa gitu biar empuk, tapi penuh. Jadi duduk di kursi biasa deh. Luckily, beberapa detik kemudian -ga secepat itu juga sih :p-, Hapsari ngeliat ada yang beranjak dari sofa nan empuk tersebut. Jadi, gue sama Hapsari pindah ke sana sebelum tempat tersebut diambil orang lain :D
Duduk-duduk deh di situ sambil ngobrol-ngobrol. Beberapa menit kemudian Arie pun nongol. Udah gitu, pesen makanan deh. Udah dateng semua, just say Itadakimasu ---> ini bener ga yak tulisannya? :P
Lagi enak-enak ngobrol, tiba-tiba ada seorang bapak yang membawa 2 orang anak dan duduk di sebelah kita bertanya, "Kakak, kakak kuliah di mana?" Awalnya kita ga sadar, tapi bapak tersebut sedikit menepuk pundak gue. Baru deh, kita jawab, "Oh, di ITB, Pak" sambil senyam-senyum ga jelas :D
Nah, terus, dari sana berlanjut deh percakapan di antara kami berempat. "Jurusan apa?" "Informatika,
Pak" *ya, masih basa basi kos kitu lah biasa* "Tiga-tiganya satu jurusan?" "Iya, Pak. Informatika semua"
Bapak tersebut mulai deh keliatan seneng gitu buat ngobrol.
Bapak X(BX) : "Oh, saya juga dari ITB, dari teknik elektro".
Bertiga(BT) *atau salah satu dari kami bertiga* : "Ooooooo"
BX : "Kalian angkatan tahun berapa?"
BT : "2009, Pak"
BT : "Kalau Bapak alumni tahun berapa, Pak?"
BX : "Oh, saya tahun 90"
Wew, udah beda 20 tahun booooo XD
Dari percakapan simple tersebut keterusan deh bapak tersebut cerita tentang gimana dulu beliau kuliah, magang di lab dan kerja di LAPI ITB dengan gaji 100 ribu rupiah dimana ketika itu biaya kuliah satu semester hanya 21000 rupiah (jauh banget kalo dibandingin sama kita), sampai awal mula beliau bekerja di Unilever *ini sebut-sebut merk gapapa lah ya*, pengalaman-pengalaman beliau di dunia kerja dan sebagainya. Ia pun bercerita tentang bagaimana dan alasan beliau melanjutkan pendidikan di S2 pada bidang yang berbeda yakni akuntansi, membicarakan tentang softskill yang diperlukan di dunia kerja nantinya seperti keterampilan manajerial, dan banyak hal yang sedikit banyak kami bertiga bisa pelajari dari beliau *yah, biasa, seperti kata pepatah, ambil sisi baiknya, yang buruk jangan ditiru*.
Masih banyak yang sebenarnya pengen gue ceritain lagi tentang obrolan yang seperti sharing tersebut. Tapi udah malem, dan besok adalah pertama kali gue sahur *udah Ramadhan lagi nih, ga terasa ya :)* Namun, pesan moral yang ingin gue kasih di sini adalah siapapun orangnya, dimanapun tempatnya, kapanpun waktunya, kita akan selalu bisa mendapatkan sedikit banyak pembelajaran, bahkan dari percakapan dengan orang yang belum kita kenal sekali pun, it began with such small talks. Pelajaran yang jarang kita dapat dan hampir tidak mungkin kita dapat di bangku kuliah adalah dengan sharing seperti itu :)
*Maaf ya, ini penyusunan postingnya amburadul alias acak-acakan dan tidak tersusun dengan baik, maklum faktor udah ngantuk :D. Nanti kalau sempat saya 'revisi' deh :P
Langganan:
Postingan (Atom)