Sabtu, 20 April 2013

Strawberry Ice Cream Pancake

Ceritanya, awal bulan ini gue pulang ke rumah dan lagi pengen banget makan pancake enak. Tapi gue ga tau tempat pancake enak di Cirebon di mana. Nah, alhasil, gue yang kebetulan baru dikasih link resep enak dari Karin ingin mencoba membuat pancake sendiri. Bahan-bahannya juga hampir pasti ada di rumah. Gue cuma beli strawberry topping sama es krim doang.

Ceritanya lagi, gue gagal bikin pancakenya. Ga fluffy. Hiks :(. Bikin makanan gampang kayak gitu aja gue gagal. Fix banget gue emang ga bakat dalam hal masak memasak. Sebenarnya rasa dari si pancake ga jadi ini enak-enak aja sih. Cuma lebih jadi kayak kulit kue dadar gulung karena tipis. Kalo dibuat tebal jadi gak matang. Padahal katanya tinggal nunggu sampai ada bubble di permukaan pancakenya baru dibalik. Tapi bubble itu ga pernah muncul sampai pancakenya hampir gosong. Nyaaam.

Ah, foto pancake gagalnya masih ada di tablet. Nanti gue pamerin hasil kegagalan gue mencoba bermain dengan kompor yak. Oh iya, karena pancakenya gagal alhasil gue malah ngabisin es krim sebanyak itu sendirian. Muhahahahhaha.

Rabu, 10 April 2013

Ngelantur

Bermula dari keisengan membuka jejaring sosial ketika meNeA dan kembali terdampar di sini. Ada seorang teman yang nge-share link blog salah satu dosen saya. Isi blognya adalah tentang pidato seorang lulusan terbaik di salah satu universitas di Amerika sana. Saya tidak akan meng-copy paste isi pidato tersebut karena itu hanya sekedar memberikan gagasan yang terbersit di benak saya untuk menulis sesuatu.

Nah, inti dari pidato itu sendiri jika saya simpulkan adalah tentang sistem pendidikan yang tentu saja tidak hanya di Amerika tapi juga dirasakan di Indonesia. Sistem pendidikan yang hanya mementingkan 'nilai tinggi' bukan pelajaran apa yang diperoleh. *pelajaran, pembelajaran? hmm. ya gitu deh maksudnya.*

Mungkin saya hanya ingin sekedar menceritakan tentang pengalaman pribadi. Dulu sekali, saya juga termasuk murid yang hanya mencari nilai tinggi. Dulu. Sebelum saya mengenal dunia selain belajar. Itu hanya berlangsung sampai saya kelas satu SMP. Dulu. Mungkin saya dikenal orang sebagai seorang anak kutu buku yang rajin belajar, punya catatan yang cukup lengkap, kutu buku, rajin mengerjakan PR di saat yang lain lupa kalau ada tugas, nilainya hampir selalu paling tinggi dan 'sejenisnya' lah. Bukan bermaksud sombong, tapi yang ada saya yang dulu itu termasuk tipikal orang yang akan sangat saya benci sekarang. Saya yang dulu akan melahap semua jenis mata pelajaran yang ada, meskipun jauh di dalam lubuk hati yang terdalam saya tidak tertarik dengan mata pelajaran tersebut.

Sampai akhirnya, saya menghadapi 'sesuatu' yang membuat saya benar-benar menjadi orang yang berkebalikan. Pemalas, berpikiran 'ngapain sih lo belajar rajin-rajin?', santai ajalah mending juga nikmatin hidup, mulai kenal kata 'bolos', jarang mengerjakan tugas, dan seterusnya. Berubah drastis. Ya. Bahkan, saya jadi benar-benar tidak peduli dengan mata pelajaran yang saya tidak suka sampai nilai saya menurun semua. But that was fun. Akhirnya lagi, saya hanya membaca text book yang menarik menurut saya. Kalau saya tidak tertarik jangan harap ada yang nyangkut di kepala. Sejak saat itu juga, saya sudah sempat berpikir kenapa kita perlu nilai tinggi sih? Padahal ga ngaruh dan sebenarnya ilmu apa yang benar-benar didapat saat itu? Well, ga bisa dipungkiri kalau nilai tinggi itu bisa menjadi gerbang yang terbuka lebar untuk pergi kemanapun kita mau. Tapi, apa itu saja cukup? Di saat saya berubah total, mungkin saya sempat berpikir untuk belajar apapun yang saya suka karena saya bisa mempelajarinya dengan suka cita dan tanpa paksaan. Setidaknya saya memperoleh sesuatu dari situ karena saya benar-benar bisa memahami apa yang saya ingin pahami. Tapi, sistem pendidikan yang memaksa kita memperoleh 'nilai tinggi' tersebut tetap memaksa saya untuk belajar semuanya setidaknya beberapa hari menjelang ujian. Hahaha. Ada sistem yang memaksa agar nilai kita sebagai seorang murid itu harus tinggi. Atau mungkin juga dikarenakan ekspektasi kebanyakan orang terhadap murid yang biasanya mendapat nilail bagus itu ga mungkin dapat nilai jelek? Ah. Menyusahkan.

Seandainya, kita diperkenankan memilih sejak dulu. Apa saja yang ingin kita pelajari saat itu ya kita pelajari. Belajar tanpa keharusan dan keterpaksaan. Belajar hanya karena kita ingin. Haha. Mungkin ini yang bikin saya menjadi moody-an kalau belajar. Cuma ketika saya ingin ya saya belajar apa yang ingin saya pelajari. Mungkin, jika kita diperkenankan memilih sejak dulu dan fokus terhadap apa yang kita senangi, passion kita, tanpa harus mencabang-cabangkan pikiran kita dengan hal lain. Mungkin, kita sudah menjadi orang yang sangat ahli dalam suatu bidang tertentu. Mungkin, kita bisa bersatu padu dengan passion yang ada dalam diri kita.

Ah. Tapi saya tahu kalau kita tidak bisa seenaknya keluar dari sistem. Kalau mau keluar dari sistem effort-nya bakal sangat luar biasa besar. Dan mungkin saya cuma seorang yang sukanya mencari aman juga. Ah. Ngelantur kemana-mana. Ya sudah. Intinya saya setuju dengan isi pidato sang wisudawan yang bilang seharusnya kita itu diberi pendidikan sesuai dengan passion kita dan belajar tanpa keterpaksaan dari sistem, belajar karena memang kita ingin, bukannya mendapat doktrin agar mendapat nilai tinggi saja. Belajar karena ingin mendapatkan sesuatu yang berharga dan hanya bisa diperoleh dari proses tersebut. Tolonglah, tidak usah membebani dengan harus selalu mendapatkan nilai tinggi. Sama halnya dengan, tolong dong berikan kami sedikit waktu lagu untuk bisa melakukan eksplorasi tentang TA kami. Sayang kan, kalau TA gitu doang. Jangan paksakan kami dengan jadwal yang super ketat itu wahai prodi. Berikanlah kami ruang dan waktu!

*super ngelantur karena stres TA*

Jumat, 15 Maret 2013

Fitness dan Body Fat

Kemarin, gue dapet voucher fitness gratis di Celebrity Fitness dari Aul. Terus akhirnya gue, Aul, sama Hapsari berangkat fitness dari jam 5.30 sampe hampir jam 9. Hahaha. Itu pertama kalinya gue ikut fitness. Begitu sampai, hal pertama yang dicoba adalah treadmill. Di tempat fitness seru ternyata, kita bisa treadmill sambil nonton TV dan channel yang gue tonton adalah acara masak dan makan. Hahahaha.

Abis treadmill kita langsung lanjut yoga. Pertama kalinya juga gue ikut kelas yoga. Hahaha. Di bagian-bagian akhir ada gerakan yang ga bisa gue ikutin. Terutama bagian ngangkat tubuh pakai kedua tangan kita. Susaaah! Tapi, kata instrukturnya lumayan untuk yang pertama kali ikutan yoga.

Selesai yoga, kita cardio lagi, nyoba yang kayak mengayuh sepeda itu (gue ga tau namanya apa). Nyoba yang buat lari lagi tapi buat treadmill juga, terus ditunjukkin alat yang buat ngebentuk perut sama Aul. Terus mampir ke daerah angkat beban dan kita ngobrol sama instrukturnya.

Pas ngobrol sama instruktur, lumayan dapat pengetahuan baru tentang angkat beban buat menghilangkan lemak. Kalau mau menghilangkan lemak itu, ga bisa pas masih lembek gitu lemaknya, harus dikerasin dulu dengan angkat beban. Abis itu baru deh dibakar dengan latihan cardio. Kalau buat fitness, pertama itu latihan cardio buat pemanasan maksimal 15 menit, angkat beban sekitar 45 menit, terus cardio lagi buat ngebakarnya. Hemm. Terus ngomongin masalah otot juga karena kalo cewek kan serem juga kalo jadi berotot gitu, tapi katanya cewek ga segampang itu kok ngebentuk otot. Meskipun berotot juga ga mungkin sampai kayak cowok. Kalo cowok sendiri dengna latihan rutin selama 2 minggu aja udah cukup buat ngebentuk otot sampai terlihat seperti cowok-cowok kekar. Kalau cewek, buat sekedar menghilangkan lemak dan sedikit ngebentuk otot itu yaa sebulan laaah.

Dari ngobrol-ngobrol itu, Aul dan Hapsari jadi inget kalo gue belum ditimbang lemak. Dan akhirnya gue pun ditimbang -_-. Dan ini hasilnya.


Berat gueee turuuuun! Parah! #sedih. Tapi gue cukup berlemak. Gue ceritain sedikit arti dari kertas kayak struk itu deh. Saat ditimbang dengan alat yang namanya Tanita itu, harus dimasukin Gender, Age, dan Height. Setelah itu, berdiri di atas timbangan, dan jeng jeng jeng! Hasil pun keluar.

Weight ini ya berat bedannya berapa, terus ada perhitungan BMI-nya. Menurut hasil BMI (Body Mass Index) itu, gue masih underweight. Graor. Ada yang bilang 18 itu udah normal, ada yang bilang 18.5 dan di CelFit yang normal itu 19, dan gue 18.2 -_-. Bisa kelihatan juga BMR (Basal Metabolic Rate)-nya, disitu keliatan 1064 kcal. Itu penanda tubuh kita bisa membakar kalori seberapa banyak ketika beristirahat. Kalau yang bagus itu katanya minimal 1500 kcal, jadi gue masih kurang 500 lagi. Impedance itu berhubungan dengan kemampuan tubuh mengalirkan arus listrik gitu deh dan ini satu-satunya yang sudah bagus di tubuh gue. Fat% merupakan persentase jumlah lemak yang ada di tubuh kita. Fat Mass ini jumlah lemak yang ada di badan sedangkan FFM (Free Fat Mass) merupakan berat badan bebas lemak, ngitungnya ya tinggal berat badan total dikurangi berat lemak. TBW (Total Body Water) adalah jumlah cairan/air yang ada di dalam tubuh. Katanya kan cairan dalam tubuh manusia itu bisa mencapai 90%. Nah, Desirable Range yang gue dapet itu Fat%-nya 17-24% sedangkan Fat% gue 20.8%, jadi sebenarnya gue udah normal kalo menurut beberapa tabel yang bisa dicari di google. Tapi kalau menurut tabel yang kemarin gue lihat di CelFit, angka 20.8% itu cuma berada di Average. Kalau mau masuk level Good harus berada antara 16-19%. Makanya di Targer BF% (Body Fat %) gue tertera angka 16%. Kenapa 16? Katanya biar kalau turun lagi 1-2% tetep masih berada di range Good. Menurut hasil timbangan lagi, gue masih harus mengurangi lemak yang ada di tubuh gue sebanyak 2.4kg. Nyeeem. Lemak gue nempel di perut semua. Hahahaha.

Kalau ada yang mau ngeliat penjelasannya, bisa dilihat di gambar ini.

Sumber: www.ehorton.com/HHI/documents/tanita.pdf

Oh iya, kemarin itu gue nanya, kan ceritanya berat gue kurang tapi lemak gue berlebih. Nah, tujuan fitness itu ya di situ, kita harus mengubah lemak itu jadi otot. Susah yaaak! Hahahaha. Ya sudahlah, seenggaknya gue ga obesitas walaupun badan gue belum oke parah. Satu hal lagi yang gue dapet dari fitness adalah ngeliatin cewek-cewek dengan tubuh oke dan pakaian yang super sexy :D. Gimana kalo cowok yang ngeliat yak? Gue aja yang cewek ngeliatin cewek sexy gitu seneng. Eh, ini bukan berarti gue lesbi yak. Gue masih normal kok, masih suka cowok (seenggaknya Kimi masih cowok, kan? :p). Hahahahhahaha.

Nah, sebelum kita mandi dan pulang. Kita sempat sauna-an dulu. Panaaaaaaaaaaas! Itu pertama kalinya gw sauna. Pas awal-awal masuk ruangannya, gue hampir ga bisa napas. Tiap narik napas, hidung gue berasa dibakar. Uft. Hahaha. Tapi ternyata after effect-nya yang bikin nagih. Beres sauna itu rasanya badan jadi seger dan adem banget. 

Minggu, 10 Maret 2013

Meet Up! [Part 2]

Yay, hari berikutnya, gw bangun siang. Capek. Hahaha. Udah dibbm-in sama Nabilla dan tetap ga bangun. Seenggaknya masih sempat nemenin dia istirahat siang. Awalnya gw mau makan siang bareng dia, eh dia ternyata dapet jatah lunch. Ya udah, akhirnya kita nongkrong-nongkrong aja di Coffee Toffee. Hehehe. Istirahatnya cukup lama dari jam 11.30 sampai 13.30. Yah, emang istirahat buat Jumatan juga sih.

Hari itu gw berhasil jadi 'setan', gw ngajakin Nabilla buat main dan ga ikutan sesi siang. Tujuan dia kan emang lebih untuk naro CV di perusahaan dan sudah dia lakukan, jadi ga setan-setan amat lah yaaa. Abis dari kopi topi kita lanjut ke sekre 1, gw solat dulu bentar terus ada Restu juga di sana, akhirnya ngobrol-ngobrol dulu bentar di depan sekre sambil cari siapa lagi yang bisa diajakin main.

Ternyata semua orang banyak yang lagi sibuk. Kami berdua pun akhirnya hanya berkunjung ke kosan Muti. Nah, dari sana baru deh kita lanjut main ke PVJ. Layaknya cewe-cewe muda, tetep aja obrolannya seputar kawan lama dan kehidupan mereka semua, yah termasuk kehidupan kami bertiga. Ternyata sudah banyak teman-teman yang lulus, ada yang sudah kerja, ada yang lanjut kuliah, bahkan sudah ada beberapa yang menikah dan punya anak :O. Ya, seumur gw dan punya anak! Hmm, kalo gw ga kepikiran dah gimana caranya ngurusin anak. Kayaknya nikah dan punya anak masih sedikit jauh dari bayangan. Tapi, tapi, tapi kalo ngeliat umur, emang gw udah cukup tua dan hidup gw dari lulus, kerja, dan berkeluarga itu sebenarnya sudah tidak sejauh itu lagi. Mungkin ini pertama kalinya gw kembali galau tentang masa depan. Mau ngapain abis lulus? Kerja? Lanjut kuliah? Abis itu? Nanti gimana gw ngelanjutin hidup? Mau nikah? Sama siapa? Calonnya aja ga ada dan belum mau mikirin. Terus emang udah bisa ngurus suami sama anak? Ngurus diri sendiri aja belum becus. Terus kalo belum puas kerja gimana? Ya kaliii! Masih terlalu banyak yang berkecamuk di benak dan keinginan gw. Ah, ga tau deh bakal gimana hidup gw nantinya. Lupakan sejenak! Yang pasti gw cuma masih pengen nyobain keliling dunia dan bertemu dengan banyak orang.

Lanjut deh. Di PVJ, kami pergi ke tamannya yang dekat Gardenice itu. Foto-foto deh di sana. Hehehe. Terus makan di Richeese. Omnomnom. Percakapan emang berlanjut, mulai serius, berencana untuk melakukan banyak hal. Pemikiran 'cewe teknik' yang ga bisa dikekang. Beberapa orang tua teman dan guru yang sudah meninggalkan kita duluan. Banyak deh. Ngomongin hidup yang ga mungkin ada habisnya.

Sudah sore. Nabilla pun harus pulang. Gw juga mau latihan basket. Akhirnya, kami bertiga pun berpisah. Hahaha. Dan gw masih sedikit kepikiran tentang hidup, bahkan sampai gw nulis ini. Ditambah lagi kemarin siang, ditelepon orang tua. Gw benar-benar takut kalau tiba-tiba, mama atau papa udah ga ada. Ga tau gw bakal kuat atau nggak. Yang pasti sekarang, gw yang sebenarnya udah cukup tua ini, kalau berada di antara mereka tetap saja masih menjadi seorang gadis kecil yang ingin bermanja-manjaan dan selalu bercengkrama dengan mereka. Mama sama papa juga udah ga muda lagi. Pernah suatu ketika mama bilang pengen masih bisa nungguin gw lulus, ketemu jodohnya, punya anak, dan main sama cucunya kayak sekarang main sama Jani. Lulus, hemm, gw usahain secepatnya. Ahhh, tapi lagi stuck dan malas tak terkira akhir-akhir ini. Bismillah deh. Ketemu jodoh dan berikutnya ini yang susah. Haha. Emak gw tau gw orangnya secuek apa dan se-boyish apa. Berkali-kali disuruh agak cewek-an sedikit kalo ga ntar ga ada yang suka. Hahahaha. Tapi, gw udah nyaman sama diri gw yang kayak gini, so sorry mom, yang itu susah. Keterlaluan juga sih gw cueknya dan emang sedingin itu juga sama cowok *ini yang bilang bukan cuma emak tapi temen-temen deket gw juga, nah kan gimana mau ketemu jodoh, wkwk*. Dan beneran deh belum kepikiran kalo sekarang *tapi jadi sedikit kepikiran gara-gara emak udah ngomong berkali-kali*. Haduh, tapi gw masih mau menikmati hidup. Yah, mungkin kalo tiba-tiba ada pangeran pake Lotus E21, turun dari mobil, dan buka helm-nya. Kimi pun nongol dan berhasil bikin gw kembali jatuh cinta ga tau deh #ngarepgangarep #yakali.

Intinya serahkan saja semuanya sama Yang Di Atas. Jalannya sudah diatur yang terbaik buat kita kok, baik itu masalah akademik, karir, jodoh, rezeki, dan sebagainya. Just give our best for now :)

Sabtu, 09 Maret 2013

Meet Up! [Part 1]

Rencana bercinTA minggu ini gagal sudah. Hahaha.

Dimulai pada hari Selasa sore, ketika gw menerima pesan singkat dari sepupu yang katanya akan ke Bandung keesokan harinya. Rabu pagi gw beres-beres kamar biar layak dikunjungi. Hehe. Rabu siang gw kuliah sebentar dan sorenya, gw sudah mulai menemani sepupu yang datang dari Cirebon. Ketemu di Warpas sama mama dan kakak gw. Kamis pagi, gw menemani sepupu gw itu jalan-jalan ke Ciwalk. Makan siang di sana sampai tiba saatnya sepupu gw tersebut harus kembali ke Cirebon.

Nah, sesaat sebelum sepupu gw pulang. Gw bertemu dengan dua teman lama di Ciwalk, Nabilla dan Agie. Nabilla ini teman sekolah gw sejak SD hingga SMA bahkan sebenarnya sudah satu sekolah sejak TK. Hahaha. We grew up together. Sekarang dia kuliah di ITS, lebih tepatnya hanya sedang menunggu hari wisuda tanggal 16 Maret dan kemudian tersematlah gelar sarjana teknik mesin di belakang namanya. Cool, isn't it? Dia datang ke Bandung buat ikutan acara IPWeek di ITB. Hmm, udah mulai ngeapply kerjaan aja dia.

Kalau Agie, saya kenal dia sejak kelas 2 SMA. Teman satu ekskul filmmaker81 bersama Dessy Retamia, Dessy Teliandi, dan Ivan. Di fm81, selain buat film, kita juga jadi sering main bareng dulu. Selain mereka berempat, ada satu lagi adik kelas kita di fm81, namanya Halim yang sering kongkow bareng kita juga. Hahaha. Jadi kangen SMA, apalagi setelah tanggal 4 Maret lalu, DesTel ngemention: "Aduh mendadak kangen main bareng @agiesyirban @halimich @ivanrekyan @rachmaraikkonen @dessyretamia :(". Maaf nih, ga bales mention-nya karena alasan super penting, jumlah tuit gw lagi bagus jadi ga mau ngerusak angkanya. Hahahaha. Penting banget kan?

Kamis siang, Agie jemput Nabilla di kosan kakaknya, terus ke UPI dan ketemu gw di Ciwalk. Nongkrong-nongkrong sebentar di KFC, terus pergi ke kampus. Nabilla mau ambil tiket IPWeek yang gw simpen di sekre CDC. Setelah ngambil tiket, kami bertiga bingung sebenarnya mau pergi ke mana lagi. Akhirnya  kita keliling kampus ITB yang kecil ini. Sempat ketemuan sama Anshor juga, padahal dia lagi kuliah filsafat ilmu di Oktagon. Tapi, dia menyempatkan untuk keluar kelas sebentar buat ketemu Nabilla dan Agie. Kalau ketemu gw mah bisa tiap hari *ga juga sih*, apalagi gw sama Anshor satu pembimbing **. Hohohoho. Selama kami bertiga jalan-jalan ga jelas di kampus, cerita-cerita deh. Dan di sana gw mulai sadar gw ketinggalan terlalu banyak cerita tentang teman-teman lama. Hmm. Di kampus, kami bertiga sempat ke Galeri Sumardja untuk melihat pameran bambu, lanjut ke Perpustakaan. Akhirnya gw masuk perpus pusat lagi!

Sehabis ashar, Nabilla pulang ke kosan kakaknya diantar Agie, dan gw pulang juga ke kosan. Tidur-tiduran sebentar sampai hampir ketiduran beneran dan tiba-tiba. Kriiiiing. Henpon bunyi. Hikmah nelpon. Wooooow! She's also my high school friend and I haven't met her for a year. "Rachmaaa, aku lagi di ITB sama Rohe. Kamu di mana?" "Woooh, aku di kosan! Oke tungguin bentar yak, aku ke sana."

Cuci muka dan langsung berangkat ke kampus. Gerimis. Tapi, demi ketemu teman gw rela deh #eaa. Ketemu juga deh di CC Barat sama mereka berdua, menunggu hujan dan berencana untuk makan malam bareng. Sambil menunggu hujan reda, kami ngobrol-ngobrol asyik. Seperti sebelumnya, gw juga ketinggalan banyak cerita dari Hikmah dan Rohe. Waktu SMA, gw selalu cerita-cerita dan main bareng Hikmah. She's my partner in crime. Haha. I used to know the stories of her and now I know almost nothing :(. Yah, akhirnya kami bertiga makan malam di Javan Steak, di sana juga cerita-cerita terutama tentang Hikmah yang masih belum berubah, 'temen cowok'-nya masih tetep banyak, dan pernah masih dibikin galau sama 'ehem' #ehdibocorindisini. Anyway, I love you, my frieeends.

Selesai makan, gw balik ke kampus karena mau surprise ultah Marchy. Kalo yang ini dibocorin boleh lah yaaa, kan udah lewat. Yak, tanggal kemarin, gw dan belasan teman lainnya bertandang ke rumah Marchy yang akhirnya di-surprise-in di rumahnya juga. Hohoho. He's a great friend of almost everyone. Happy bornday, Marchy! :). Abis nyurprais, pulang dan sampai di kosan jam 2 pagi. Untung gak ada geng motor kayak waktu ultahnya Nadin, haha. Sesampainya di kosan, gw tertidur pulas sampai siang. Hehehehe.

Senin, 25 Februari 2013

Have A Little Fun (Part 2)

Di tahun terakhir, di semester akhir, akhirnya gue nonton konser ISO juga. Hohoho. Gue mendedikasikan sisa waktu yang gue punya di kampus ganesa tercinta ini untuk menyaksikan banyak hal menarik yang dipersembahkan oleh teman-teman mahasiswa :p #eaaaa.

Harusnya cerita ini dipost satu minggu yang lalu tapi gue baru sempat kembali menulis sekarang, bahkan seharusnya gue sedang 'bertugas'. Pokoknyaaaa, nonton konser musik itu apalagi ISO (ITB Student Orchestra) bisa menenangkan jiwa dan raga. Seru parah! Salah dua pemainnya, yakni Ali Akbar Septiandri dan Trilaksono Aribowo juga merupakan teman seangkatan gue \m/.

Minggu malam, pukul 18.00 gue dan teman-teman lainnya sudah mulai mengantri untuk masuk ke Dago Tea House. Satu baris diisi oleh gerombolan kami: Marchy, Agast, Nadin, Gue, Aul, Hans, dan Ical. Di atasnya ada Diani sama pacarnya juga Emil dan ehem. Turun ke bawah dikit ada Lio dan teman-teman mainnya. Turun lagi di kursi VIP paling atas ada Sasri dan pacarnya juga. Di kursi VIP bawah ada ehem, Rido dan belum tau status sebenarnya apa, juga ada pasangan super imba Alfian dan Fandi. Rame kan 2009-nya? Iya dooong! Pastinya....

Malamnya kita sempat foto-foto setelah konser *as always*

Sumber:  http://marchygabe.tumblr.com/post/43477216488/if-dan-sti-2009-di-guitar-piano-concert-iso

Mungkin ini bisa jadi saat-saat terakhir berkumpul dan bermain bersama teman-teman ini. Hahaha.
Sukses semuaaa!

Minggu, 17 Februari 2013

Have A Little Fun

Weekend kali ini gue habiskan dengan bersenang-senang meskipun sedang banyak kerjaan dan tugas yang menumpuk. Tugas numpuk sebenarnya karena saya harus ke luar kota selama satu minggu terhitung hari Selasa besok. Well, it's now Saturday night.

Nah, hari pertama di weekend kali ini a.k.a. tadi sore, gue ada acara bersenang-senang bersama anak-anak basket himpunan. Hohoho. Sore kumpul jam 4 di PVJ. Gue berangkat bareng Hans karena memang kosannya deket *cari temen*. Satu lagi anak basket yang kosannya deket gue itu si Arie, tapi dia kaga mau ngikut -__-. Nah, rencananya kita mau karaoke di PVJ. Kita karaoke-an di Inul Vista. Berhubung begitu sampai belum ada siapa-siapa, gue pesen twisty-nya KFC dulu gara-gara lapaaar, dan kebetulan juga KFC tepat berada di sebelah tempat karaokenya. Karaoke time is the same as Screaming Time. Karaoke kali ini disponsori oleh Chita :3 berhubung beliau keesokan harinya tanggal 17 akan berulang tahun yang ke-21. Happy birthday, Chit! Untuk merayakannya (walaupun kecepetan) dan sekaligus berterimakasih atas sponsorship-nya, kita menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dari Jamrud :p.

Setelah puas teriak-teriak, kita lanjut makan di D' Cost. Sponsor kali ini adalah kak Gabun sebagai traktiran kelulusan. Hohoho. Sampai di D'Cost dari PVJ sekitar pukul 19.00. Langsung ngobrol, pesen makanan, nunggu makanan, makan, dan ngobrol lagi sampe puaaas. Ga ding. Kita di sana sampai sekita 21.30. Malam pun dicukupkan sampai disitu. Eits, tapi sebelum kita semua berpisah, kita sempet foto-foto dulu nih. 

Atas (ki-ka): Hans, Aji, Upan, Gabun, Ade, Jasur, Tofan, Agung
Bawah (ki-ka): Karin, Septu, Raches, Aul, Reynald, Chita, Rian


Foto di atas diambil pake kameranya si Rian. Ada dua kali sesi foto. Foto di atas merupakan sesi foto pertama. Kenapa dua kali? Karena di sesi ini, dari 3 foto yang diambil, mukanya Aji kaga ada yang keliatan. Hahahahaha. Akhirnya kita minta tolong mas-mas D'Cost buat ngambil foto ulang.

Hari Minggu weekend kali ini alias besok, rencananya akan gue habiskan dengan mengerjakan tugas besar PPL dan malamnya akan menonton konser ISO di Dago Tea House. Cerita lanjutannya kita tunggu besok malam ya :). Good night!