Jumat, 29 Juni 2012

Malam Kamis di BasDat

Judulnya.. Hmmm.. Sedikit seram.. Hahahaha..

Ga penting. Jadi, tadi gue baru pulang dari 'kumpul-kumpul' bersama segelintir orang di selasar Basis Data. Topik yang diangkat adalah kaderisasi. Ya, kaderisasi. Bukan gue banget emang. Haha. Ini gue juga dateng karena sekalian keluar dan diajak penanggung jawab angkatan untuk kaderisasi kali ini. Gue ga akan cerita tentang apa yang kami bicarakan tadi sekarang dengan alasan belum waktunya semua itu dibeberkan dan di sini sepertinya bukan tempat yang tepat. Yang mau gue tulis sekarang cuma secuil pikiran yang berkecamuk di kepala ini. Apa sih kaderisasi? Gue bukan orang yang pantas buat ngebahas hal ini. Gue juga masih ngerasa bukan kader yang baik di organisasi gue. Gue cuma orang yang berusaha menjalankan tugas atau kewajiban dimana gue berada yang dalam hal ini adalah organisasi. Tapi, di saat gue bisa lepas dari tugas atau kewajiban itu gue cukup menikmati kegabutan gue kok. Hehehe.

Nah, balik lagi nih ke pertanyaan tadi. Apa itu kaderisasi? Kaderisasi itu pengaderan. Pengaderan sendiri menurut kamus berarti proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. Apa itu kader? Yaitu orang yang diharapkan akan memegang peran yang penting dalam pemerintahan, partai, dsb. Dalam kasus ini, organisasi dan lebih mengerucut lagi himpunan mahasiswa jurusan. Menurut gue juga kaderisasi itu proses pembelajaran dan proses ini akan dilakukan seumur hidup, meskipun dengan nama yang berbeda. Tidak selalu bernama kaderisasi.

Jelas bukan? Proses mendidik! Menurunkan ilmu kepada calon kader nantinya. Bukan ajang balas dendam seperti yang sering kita dengar di salah satu perguruan tinggi sana. Bukan ajang menyakiti anak orang secara fisik! Tapi MENDIDIK! Itu kaderisasi. Bukan ajang gaya-gayaan agar terlihat 'cool' sebagai satuan keamanan atau terlihat selalu 'ceria dan bersemangat' sebagai motivator atau terlihat 'tegas dan berwibawa' sebagai seorang danlap yang lantang berbicara di depan calon kader. Itu cuma sebagian kecil yang jadi efek samping pengkader, namun mesti diingat lagi bahwa tujuan utama kaderisasi adalah mendidik yaitu penurunan ilmu atau sharing knowledge kepada calon kader ini. Terkadang mendidik perlu cara yang keras agar ilmu yang diturunkan diserap dengan baik, tapi tidak selamanya itu berjalan efektif. Selama masih bisa diturunkan dengan cara-cara yang lebih manusiawi, tanpa adanya let's say agitasi atau semacamnya, kenapa tidak? Tegas itu dibutuhkan tapi tidak selalu harus keras. Saya bilang tidak selalu loh, jadi sekali-kali keras juga bahkan diperlukan apalagi untuk para calon kader yang terkadang mungkin masih duduk diam di comfort zone-nya sehingga perlu sedikit 'tamparan'. Tapi, keras yang saya maksud di sini bukan keras secara fisik ya dan bukan juga cuma adu keras suara. Seorang pengkader itu seharusnya sudah tahu dengan baik apa yang ingin ditanamkan kepada yang dikader. Seorang pengkader seharusnya bisa mencerminkan nilai-nilai yang ada dalam organisasinya sehinggal nilai-nilai serta ilmu-ilmu tersebut bisa diturunkan dengan baik ke generasi setelahnya.

Gue bukan anak PSDA atau MSDM atau HRD atau apapun itu yang berbau anggota. Gue bukan orang yang peduli dengan kaderisasi juga. Tapi, alangkah indahnya apabila kaderisasi itu bisa benar-benar menghasilkan kader-kader terbaik untuk suatu organisasi dan kembali ke tujuan awal kaderisasi itu, untuk menurunkan ilmu dan nilai-nilai yang ada dalam suatu organisasi.

Selamat mengikuti kaderisasi untuk para mahasiswa baru, selamat mengikuti apalah itu namanya osjur untuk yang akan bergabung dengan himpunan, selamat mengikuti kaderisasi terbaik yang ada di keluarga kita, selamat mengikuti kaderisasi akademis, selamat untuk para calon kader terbaik bangsa wahai pemuda pemudi Indonesia :) <-- sambil diputar lagu Bangun Pemudi Pemuda #lebay

Kamis, 28 Juni 2012

My Father's Day

Hi, Pa! I just wanna say Happy Birthday and I love you :)
I'm grateful to be your daughter.
Nothing more I can say cause nothing I could give to you but my wish so you will always have a happy life ever after.

Senin, 25 Juni 2012

Masuk ITB And 3 Years After :)

"Ih, wow! Ga kerasa" adalah frase yang paling sering diungkapkan oleh banyak orang. Gue dulu cuma anak kecil cupu, remaja tanggung yang sok dewasa. Cuma seorang anak daerah yang pengen mengenyam pendidikan tinggi dan terdampar di kampus Ganesha yang luar biasa ini. Emm, sepertinya salah kalau gue bilang terdampar karena gue ke sini setelah mendayung perahu sekencang yang gue bisa saat itu. Ya, dulu ITB itu salah satu mimpi besar gue yang bikin gue 'tobat' di semester akhir gue waktu SMA. Haha. Kayaknya gue udah pernah cerita tentang hal ini sebelumnya. Nothing more I'll say.

Di ITB, begitu masuk, gue dan teman-teman 2009 lainnya yang masih berseragam SMA dan pertama kali mengenakan jas almamater berwarna, hmm, let's say biru kehijau-hijauan atau hijau kebiru-biruan ?, haha, apapun itu, kami disambut dengan salam hangat kampus Ganesha. Jiwa-jiwa tenang kami mungkin bergetar mendengar teriakan kencang salam tersebut. Di Sabuga sana juga kami diwariskan salam tersebut. Salam yang memiliki arti luar biasa. Didendangkan pula lagu-lagu kampus yang mungkin membuat bulu kuduk berdiri ketika dinyanyikan dengan khidmat atau mungkin karena AC di dalam ruang Sabuga yang terlalu dingin :D. Just kidding.

Tahun ini, akan memasuki tahun keempat gue di kampus yang insya Allah menjadi tahun terakhir gue memegang titel sebagai mahasiswa S1. Amin. Tapi, bayangan gue di Sabuga saat itu, hari-hari pertama gue menginjakkan kaki di kampus ini terasa lagi karena melihat kembali jas almamater a.k.a jamal yang bertebaran di kampus. Sejujurnya beberapa minggu yang lalu, gue sempat kehilangan jamal gue. Mm, ga bisa dibilang ilang juga sih, gue lupa naro jamal itu dimana. Kok lupa sih? Itu jamal loh? Gue bisa diamuk massa yang pengen banget masuk ITB nih kayaknya. Ya, namanya lupa, mau gimana lagi dong? Tenang, beberapa hari yang lalu udah ketemu kok. Emang kenapa sampe ilang? Ga bangga pake jamal ITB padahal kan ada lambang gajahnya di dada kiri? At one moment, I'm proud, way too proud. But for another moment, I'm gonna say, "Not that proud" <-- dengan meme Obama dan sejujurnya jamal gue kegedean -_____-. Dulu, gue pernah dikasih tau sama senior gue, di saat gue bangga karena gue dapet jas itu. Jas itu bukan cuma kebanggaan tapi juga tanggung jawab. Sempat gue tertegun sebentar. Tapi, gue masih terlalu egois dan cuek saat itu. Well, sampe sekarang sih. Hal itu sampai sekarang bikin gue bangga tapi juga malu kalo pake atribut apapun yang berbau ITB. Padahal ya, dulu pas gue mau masuk ITB nih, gantungan kunci gue ITB, terus gue sering pake pin ITB juga. Hahaha. Udah sih itu doang.

Ketika nomor registrasi peserta USM Terpusat gue dinyatakan diterima, di STEI pula, yang dulu katanya passing grade tertinggi, mungkin satu mimpi gue sudah terwujud. Kalau tidak salah pengumuman itu tanggal 12 Juni 2009. Tapi sayangnya, gue sempat menghela nafas terlalu panjang. I was late to walk on the right track. Nyesel? A little, but it was my mistake and i need to mend it :). Gue terlalu lamban melangkah dan sepertinya di tahun terakhir ini gue harus bisa lari kenceng, ga kayak kuda, tapi kayak cheetah <-- dari tadi analoginya lebay ya?

Di saat yang lain sudah berkontribusi, berkarya besar, menapaki karirnya, atau meraih mimpi-mimpi besar mereka, gue masih tidur-tiduran di kamar kosan and just doing nothing. Waktu gue STEI, gue ikutan PLO dengan hanya memenuhi syarat lulus, bahkan kuliah tpb juga gitu, haha. Begitu penjurusan, dagdigdug, super tegang, ga tau deh gue masuk jurusan apa yang penting gue ga kelempar ke Power *itu do'a gue*. Ga bermaksud gimana sama power loh, yang ada gue takut masuk power karena terlalu imba, out of my reach.    Nah, kalo yang ini mun teu hilap mah tanggal 7 Juni 2010, penjurusan, gue buka ol.akademik.itb.ac.id <-- ini situs paling mengerikan buat anak ITB sepertinya, lol. Jreng jreng jreng! Keluar lah tulisan yang bilang kalo gue masuk Teknik Informatika. Okay! Life goes on! That was my first choice. Alhamdulillah, sejauh ini Allah masih memberikan hal yang gue inginkan dan semoga yang terbaik juga buat gue. Dari mulai masuk ITB dan STEI yang merupakan pilihan pertama gue, masuk IF yang juga pilihan pertama gue. Alhamdulillah. Cuma ucapan syukur yang bisa gue lakukan :). Nilai gue emang ancur-ancuran waktu TPB, ga kayak temen-temen gue yang terlalu jenius. Nilai gue pas-pasan dah. Haha. Masa setaun gue di TPB, gue sempet ikutan seleksi masuk dua unit pendidikan di kampus. Lolos. Tapi, gue ga bisa berkontribusi lebih banyak lagi di sana for some reasons. I mean gue gabut. Ya, gue gabut! Huft. Sorry. Padahal terkadang gue mau main ke unit-unit itu lagi, pengen menyalurkan hobi lama dan mendapatkan ilmu baru, pengen berkontribusi lagi. But I could just say sorry and regret now.

Selesai masa satu tahun gue di TPB dengan nilai gue yang ancur-ancuran dan kegabutan gue di unit. Gue ikut diklat OSKM sama ikutan SPARTA HMIF. Pengalaman berharga? Sangat berharga. Di OSKM, mata gue yang biasanya dipake merem doang jadi kebuka ngeliat kondisi kampus dan kondisi riil di masyarakat. Di SPARTA HMIF, gue dapet banyak teman baru, teman seangkatan yang selama 2 tahun di jurusan ini bareng-bareng terus. Susah senang menghadapi tugas di Informatika yang luar biasa. Infantri. Angkatan gue informatika 2009. Bangga di Infantri? Ga ah. Biasa aja. Kita deket karena situasi dan kondisi yang maksa kita untuk dekat. Gue baru bangga kalau di saat kita dipisahkan oleh situasi dan kondisi nantinya, di saat kita semua udah lulus bareng-bareng, entah dimana kita akan melanjutkan hidup kita, kita tetap ingat satu sama lain, tetap menjaga komunikasi kita, baru deh gue bakal bilang, gue bangga sepenuhnya sama kalian semua wahai Infantri. Sukses semua? Pastinya. Insya Allah. Amin.

Ngomong-ngomong tugas di informatika nih, gue sama beberapa teman yang baru keluar dari kelas Perilaku Organisasi pernah bercanda kalau Labtek V (tempat bernaungnya anak informatika) itu adalah Azkaban dengan dosen-dosennya jadi Dementor dan tugas yang melimpah di informatika sebagai Dementor's Kiss. Itu semua bikin anak-anak Labtek V hidupnya kayak Zombie. Hahaha. Mm, dosennya diibaratkan sebagai Dementor tapi sebenarnya ga ada yang segitu menyeramkannya kok, malahan baik-baik dan dosen-dosen terpilih yang sungguh luar biasa yang alhamdulillah lagi gue berkesempatan untuk dididik oleh beliau-beliau ini :)

Lanjut, masuk tingkat 2, gue baru merasakan TPB a.k.a Tahap Paling Bahagia di ITB ini memang benar begitu adanya. Masuk jurusan berjuta-juta kali lipat bikin stres sampe bikin gue jadi penyakitan. Ini serius. Jadi buat para mahasiswa baru berbahagialah kalian setahun ke depan. Buat yang baru pada masuk jurusan, persiapkanlah diri kalian. Perjuangan keras yang sesungguhnya baru akan kalian rasakan. Di tahun kedua ini, gue dapat teman-teman baru dan keluarga baru. Gimana ga mau deket sama temen-temen kalo kita terkadang kalo nugas bisa 24 jam atau lebih bareng-bareng terus. Yaak, semua karena tugas besar yang sangat luar biasa 'indah' itu. Seringkali kita nginep di sekre bareng-bareng. Bangun pagi abis tidur di sekre, kesiangan, terus langsung masuk kelas dan belum mandi juga udah biasa. I'm gonna miss those moments. Gila karena tugas tapi dihadapi rame-rame jadi yaaa sudah lah. Haha. Belum lagi kalau di himpunan lagi ada kegiatan yang waktunya iris mengiris alias beririsan sama kegiatan akademik. Nyamnyamnyam. Tinggal tunggu waktu tepar kalo kondisi lagi nggak fit. Tingkat 2 itu bagaikan perpindahan suhu yang ekstrim, dari mode santai sewaktu TPB berubah jadi mode 'Gilaaak, gue bentar lagi mati!'..

Tingkat 3 nih. Di liburannya, gue udah jadi 'pengkader'. Gue udah ngosjurin anak orang. Gue yang tahun sebelumnnya di-SPARTA sekarang udah nge-SPARTA. Wew. Ditambah beberapa kegiatan himpunan lain yang gue punya tanggung jawab juga dan sebagian besar udah tumpuk menumpuk waktu bahkan resource-nya. Lucu deh, tiap ada rapat terkadang ketemunya orang yang itu lagi itu lagi. Hahaha. Panik juga bareng-bareng jadinya. Intinya, dimulailah kehidupan tingkat 3 ini dengan seabrek kegiatan :D

Sekarang, untuk kegiatan akademisnya gimana? Hmm, kalo kata anak ITB, biasanya tingkat 3 itu, tingkat ter-'nggak waras' yang pernah ada. Level dewanya selama 4 tahun kuliah. Haha. Gue sendiri terkadang merupakan tipikal orang yang bakal mikir di awal "mati nih gue, mati nih gue", padahal sebenernya setelah dijalani, ya udah, gue jalani dengan seloooow. Gue jalani aja semuanya dengan santai. Em, kadang stres sih kalo udah keterlaluan, tapi wajar dong namanya juga manusia yang masih bisa jenuh. Asal ga sampe depresi aja. Hehe. Hari pertama masuk semester 5 atau hari pertama perkuliahan di tingkat 3, gue udah dapet tugas kecil. Ya, tugas kecil yang udah mulai menyentuh kodingan. Gila ga tuh! Rrr, biasa aja sih, namanya juga IF, apaan lagi tugasnya kalo kaga ngoding. Haha. Pokoknya tingkat 3 itu luar biasa kejam deh. Kacau. Gue beneran sampe jadi penyakitan sejak pertengahan semester 5. Sampai-sampai gue pernah diculik dan dibawa pulang ke Cirebon gara-gara tewas. Yah, itu karena gue yang ga bisa jaga kesehatan sih.

Masuk ke semester 6, yang katanya semester paling tidak bisa menghela nafas lega ini, entah kenapa pas awal-awal gue merasa masih agak lancar. Ga segila semester sebelumnya. Padahal katanya bakal jadi semester paling 'unforgettable'. Sampai masa uts, kegiatan akademis dan himpunan masih bisa gue handle dengan cukup baik. Selewat itu, gue beneran hampir mati. 'Dementor's kiss' datengnya ga kira-kira, belum lagi ditambah dengan tugas himpunan yang kemarin itu sempat sedikit menyita waktu dan malah jadi molor kerjaannya. Huft. Belum lagi ditambah kehidupan gue di tempat lainnya *eh, emang gue hidup di mana lagi? haha*. Pokoknya, kehidupan keras pun melanda para mahasiswa semester 6. Tapi, mungkin bener yang senior gue pernah bilang dan udah gue rasain sendiri juga. Semester 6 itu paling berat, tapi kita sudah mulai terbiasa dengan itu semua dan juga sudah mulai menjalankan semuanya dengan 'ya sudahlah, kerjain aja daripada waktunya dipake buat ngeluh terus' atau mungkin juga kita sudah mengerti apa itu tawakkal dengan baik. Haha. And it was going well for me. Alhamdulillah lagi dan lagi, nilai akademis gue sebenernya naik kalo dibandingin sama semester 5. Haha.

Dari kehidupan 3 tahun itu, gue masih ngerasa, kok hidup gue stagnan ya? Gitu-gitu aja. Ga kayak orang lain. Gue berasa masih jalan di tempat, sedangkan orang lain mungkin udah lari marathon. Kayaknya gue lagi butuh satu motivasi baru yang bisa bikin gue mau mulai bergerak lagi buat ngejer ketinggalan gue dari orang lain. Tapi, sampai sekarang, kerjaan gue masih sama, cuma tidur-tiduran, main game, nonton film, makan dan tidur lagi. Hwaaaa. My life.

Minggu, 24 Juni 2012

Import Excel File To MySQL

Ada tujuh format file yang bisa di import ke dalam tabel basis data MySQL, yaitu:
1. CSV
2. CSV using LOAD DATA
3. Open Document Spreadsheet
4. SQL
5. Excel 97-2003 XLS Workbook
6. Excel 2007 XLSX Workbook
7. XML

Kalau import file dalam format .sql pasti bisa lah ya. Nah, sekarang coba buat yang excel format. Gue sempat coba langsung dari file excelnya, tapi hasilnya tidak sesuai harapan karena tipe datanya. Yang pernah gue alamin sih, bermasalah untuk tipe data DATE sama Decimal. Nah, buat yang DATE itu kalo mau langsung import dari file .xls atau .xlsx sebaiknya diubah dulu di excel formatnya jadi sesuai format tanggal kayak di MySQL. Kalo buat tipe data Decimal, gue juga masih ga ngerti. Kalo gue kemarin misal ada angka 329000. Nah, itu 0 nya jadi ilang semua. Oh iya, kalo di excel kan bisa bikin banyak sheet untuk banyak tabel di mysql. Sayangnya, ga bisa langsung dipindahin sekaligus, jadi harus per sheet untuk tiap tabel. Hm, atau mungkin bisa tapi gue belum tau caranya.

Cara yang paling aman untuk memindahkan isi satu sheet di excel itu pake file .csv. Gimana cara ngubah file excelnya? Tinggal file > save as > pilih format .csv aja kok :). Kalo udah dalam bentuk .csv, kita bisa import file pake option csv atau csv using load data. Bedanya apa? Kalo csv using local data ada pilihan use local keyword-nya. haha. Langsung aja deh, ini langkah-langkahnya.
1. Header nama kolom yang ada di file excel disamain sama yag di basis data MySQL, tipe datanya juga kalo bisa.
2. Simpan ke dalam format .csv.
3. Buka basis datanya sampai ke bagian tabel. Contoh: localhost>nama basis data>nama tabel
4. Pilih import di tab menu atas, terus pilih csv atau csv using load data.
5. Klik 'Go' yang ada di bagian pojok kanan bawah.
6. Lihat hasilnya :)

Oh, iya. Pada langkah ke-3 juga bisa masuk sampe nama basis data aja, dengan langkah yang sama, itu bakal bikin tabel baru. Kalo pake itu, ada pilihannya apakah baris pertama akan dijadikan sebagai nama kolom. Piliihan itu dicentang aja :). Jadi deh. Tapi, kalo pake itu, tipe datanya suka jadi ngaco-ngaco gitu. Hehehehe. Silakan dicoba aja deh.

Jumat, 22 Juni 2012

Kerja Praktik [Part 3]

Last word from previous post is Die. why? Karena selama ini gue hampir belum pernah ngedokumen dengan baik dan benar. Mulai belajar bikin dokumen itu waktu semester 4 di mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak. Ada 3 tubes, tapi di semua tugas itu, gue cuma ngerjain bagian yang gue dapet doang. Jadi, gue ga ngerti gimana caranya bikin keseluruhan dokumen dengan benar. Lanjut, bikin dokumen Sistem Informasi. Di situ juga sama, gue lebih sering bikin bagian-bagian yang gue dapet doang tanpa mempelajari keseluruhan dokumen.

Buat bikin dokumen tadinya mau nunggu template dari pembimbing, tapi karena ga dateng-dateng terus Hasby dapet contoh dokumen dari ka Atin, jadinya pake template itu deh. Begitu dapet dokumen, ngeliat sekilas. Wow! Isinya banyak banget *tambah mati*. Diliat lagi. Wew! Ini dokumennya gabungan RPL sama SI *mati beneran*. Gue pun mencoba mulai buka StarUML lagi. Mulai bikin usecase, liat-liat diagra dan gimana cara buatnya. Gue udah lupa aja gimana caranya. Haha. Mengingat-ngingat juga icon ini buat apa, simbol itu buat apa. Ya, kembali mengingat-ngingat sambil buka-buka dokumen lama. Oh, iya, gue juga dapet contoh dokumen RPL dari Ical yang emang asisten RPL dan orang yang terlalu imba di angkatan gue. Terpercaya lah ya dokumennya. Haha.

Udah sedikit inget, sambil ngikutin template, mulai deh bikin usecase diagram, lanjut ke kelas analisis, bikin sequence diagram, dan seterusnya sampai model perancangan. Ga cuma RPL sama SI ternyata. Tiba-tiba ada subbab yang isinya ERD a.k.a Entity Relationship Diagram yang dulu dipelajari di Basis Data. Graor lagi.    Gue mencoba buka visio. Cari-cari diagram ERD, terus ga nemu-nemu. Tanya om google dapetnya yang buat skema basis data. Akhirnya gue tanya temen gue yang tiap gue sekelompok sama dia, pasti dia yang bikin ERD. Gue coba tanya Aul, terus dia bilang dia buatnya pake Basic Flowchart. Oke. Pantesan gue ga nemu-nemu tuh diagram, soalnya gue nyari di bagian Software and Database. Bikin ERD-nya emang ga sulit, apalagi tabel-tabelnya udah ada. Jadi tinggal translasi dari basis datadi MySQL ke bentuk ERD doang. Kalo ternyata ngaco, maaf deh. Haha. Beres itu, lanjut bikin skema basis data. Ngisi daftar tabel. Selesai deh. Emm, bentar. Baru inget ada yang kelewat, di bagian antarmuka kayaknya belum ditambahin method-methodnya gitu. Haha. Ya udah lah ya, ntar aja. *males*

Kerja Praktik [Part 2]

Hari Jum'at ini, gue udah mulai masuk kerja praktik minggu ke 4. Sudah 3 minggu, gue kerja praktik. Ah, tadinya gue mau mendedikasikan seluruh postingan mengenai kerja praktik Tim INTI (sebutan dari gue buat tim kape gue) di kpinfantri09. Nah, berhubung begitu gue baca-baca lagi cerita teman-teman seangkatan gue yang luar biasa itu. Gue jadi males posting di sana. Haha.

Kalau kerjaan teman-teman gue itu oke-oke, seru-seru, 'kerja banget'. Gue cuma berasa dapat tugas besar yang kayak biasa. Sebelumnya gue udah bilang, tim INTI dapet kerjaan bikin mobile app buat blackberry sama android nih. Terus datanya bakal di-retrieve dari web service. Awalnya bagi tugas gini, si Hasby mau android. Oke. Tersisa dua pilihan lain buat gue sama Hapsari. Gue ga mau blackberry karena inget cerita salah satu senior yang bilang kalo develop blackberry itu malesin. Jadi, gue milih web service dan kebetulan juga, Hapsari punya handset blackberry sehingga bisa langsung dicoba di handset.

Pembagian tugas beres. Mulai kerja. Hari-hari pertama kerja, gue nungguin data dari pembimbing yang bakal dipake buat aplikasi ini. Oh iya, sejauh ini aplikasi yang kami buat dikasih nama sama si Hasby INTI live! Nah, di hari kedua atau ketiga *maap lupa*, akhirnya kami dapat tuh si datanya. Sempat ditanya, untuk basis datanya mau pakai MySQL atau Oracle. Berhubung lebih familiar dengan MySQL, jadi ya pake MySQL deh. Hehe.

Begitu dapet data, gue yang kebagian ngerjain web service mulai mencoba masuk-masukin tuh data ke tabel. Bikin basis data dan mencari tahu gimana caranya convert .xls buat dijadiin .sql. Pokoknya gimana caranya masuk ke basis data deh. Di awal per-kape-an, gue masih semangat ngerjain tugas kp ini. Sorenya gue juga udah langsung coba-coba mau ngerjain aja. Tapi, internet rumah gue mati dan ga bisa googling. Terus panik sendiri, terus bete sendiri. Padahal kalo hari itu ga jadi juga ga masalah. Tapi, masih 'agak' semangat kape saat itu. Beruntung, malamnya internet pun kembali sehat. Nah, setelah tanya-tanya om google akhirnya terjawab deh caranya konversi. Ini ilmu pertama yang gue dapet. Nanti bakal gue kasih tau caranya di postingan lain.

Selesai konversi mengkonversi, gue disuruh hasby coba-coba bikin web service pake .NET gitu. Terus ga jadi pake itu. Gue juga ga mau pake JSP karena udah terlalu pundung sama JSP gara-gara tugas besar progin 3. I hate JSP!!! Yay, ujung-ujungnya kembali ke php. Setelah kembali menjelajah google yang cerita banyak tentang web service, gue memutuskan pake php dan JSON. Bisa juga pake php dan xml terus soap gitu. Cari yang gampang aja deh. Sempat dikasih tau sama salah satu senior lagi, kak atin, pake JSON di php tinggal pake json_encode sama json_decode. So then, problem solved. Gue lanjut bikin query-query sama fungsi di php buat nge-retreive data. Ga ada yang aneh-aneh, gue cuma pake query select, group by, dan querynya sama sekali ga ribet. Sejauh ini, semua fungsi query udah jadi. Kecuali, ada kebutuhan lain yang kelewat. Untuk alasan itu, gue jadi paling gabut di antara kami bertiga. Haha.

Di minggu kedua, Hapsari sudah beres bikin prototype buat antarmuka di android. Hapsari nemu tools yang super oke buat bikin mockup. Namanya pencil. Buat yang mau nyobain, here is the site Pencil. Pencil ini juga bisa jadi add-on di Firefox, tapi baru sampai version 11. Prototype itu akhirnya ditunjukkin ke pembimbing. Setelah setuju dengan mockup yang dibikin. Mulai deh, Hapsari sama Hasby ngoding buat interface INTI live! Dan gue? Gabut. Main sims social, baca komik, chatting, dan bengong.

Beres ngasih liat mockup, ternyata kami harus membuat dokumen perancangan gitu yang ada SRS-IDnya gitu deh. Graor. Gue inger itu ada di dokumen SI. Terus Hapsari sama Hasby bilang itu mah dari jaman RPL juga udah ada. Nanananana, Dan gue ga pernah inget -___-. Gue yang menggabut ini akhirnya dapet kerjaan ngedokumen. Bagian 'nyampah' *sorry for the unappropriate word* yang paragraf-paragraf panjang gitu dikerjain sama Hasby. Terus gue sisanya. Die die die die die!

To be continued...

Kamis, 21 Juni 2012

Whining

hahaha, kayaknya gue termasuk orang yang masih sering mengeluh. gue mau mencoba menghindari keluhan-keluhan itu. tapi, tetep aja masih terlalu banyak hal yang gue keluhkan. entah gue ngeluh sama orang tua, sama temen-temen, atau sama diri gue sendiri. masih terlalu banyak hal yang gue bisa keluhkan.

sebenernya, setelah gue mengeluarkan semua keluh kesah gue itu, terkadang gue merasa sedikit lebih tenang. tapi, setelah dipikir-pikir, ngapain juga tadi gue ngeluh mulu. waktu gue buat ngeluh akan alangkah lebih bermanfaat kalau gue buat menyelesaikan segala keluh kesah gue itu. sudah lama, gue mencoba berhenti mengeluh. tapi toh, gue masih manusia biasa yang terkadang punya amanat yang harus gue pegang yang terkadang gue ngerasa itu adalah beban. i try to stop whining.

gue tiba-tiba pengen posting hal ini karena ngeliat status-status facebook dan tuit-tuit yang isinya keluhan -keluhan para pemilik akun tersebut yang sepertinya ingin diketahui orang lain kalau mereka sedang bermasalah. haha. well, i have been in that phase ^^. tapi, sepertinya lebih menyenangkan kalau orang lain tidak tahu kalau kita sedang berada dalam masalah apapun *well, ga semua friend atau follower lo perlu tau kan?*. gue ga nyangkal gue pernah begitu, masih, atau malah sering. tuliisan ini juga teguran buat diri sendiri kok, biar gue ga mudah mengeluh. no more whining! jalani aja dengan ikhlas dan berusaha menjalani semuanya bukan sebagai beban. Itu sugesti yang gue tanamkan dalam diri gue sendiri kalo udah mulai jenuh, stres, atau hampir depresi *mungkin*. haha. keep a good work then.