What is busy? Could you please define that word for me? I just have something in my mind that if you don't even have time to whine then that means you're busy enough. But if you still got times to then you're not that busy.
Jadi, selama ini gue ga pernah sibuk atau gue ga pernah sesibuk yang gue pikirkan. Yang benar adalah gue belum bisa membagi waktu gue dengan baik. Gue masih banyak menghabiskan waktu gue untuk banyak hal yang kurang bermanfaat and not in a proper time to do. Gue selalu bilang kalau kehidupan informatika itu keras karena selalu running out of time. Tapi, ternyata itu semua hanyalah suatu sugesti yang ada di kepala gue. Gue selalu berpikir kalau gue terlalu sibuk untuk melakukan suatu hal lain. Itu salah. Gue masih punya banyak waktu kalau gue mau melakukannya.
Permasalahan yang ada sekarang adalah bagaimana caranya kita bisa membagi waktu dengan apik. Seperti yang kita semua ketahui, satu hari itu punya 24 jam, setiap jam terdiri dari 60 menit, setiap menitnya terdiri dari 60 detik. Bilangan yang cukup besar memang kalau dihitung dalam detik atau bahkan milisekon. Haha. Ga penting sih. Tapi, itu bikin gue sadar kalau gue ternyata punya banyak banget waktu. Kenapa gue selama ini merasa selalu kekurangan waktu? Mungkin itu karena waktu gue tersita dengan hal yang tidak seharusnya gue lakukan saat itu. Kayak yang udah gue bilang tadi it was not such a proper time to do those things.
Waktu itu relatif. Terkadang terasa berjalan begitu lama, terkadang juga terasa berjalan dengan sangat sangat cepat. Sepertinya gue akan mencoba menulis jadwal apa saja yang akan gue lakukan setiap harinya dan membuat ketercapaian target untuk setiap hari yang gue jalani. Semoga dengan begitu, gue bisa menjalani hari-hari gue dengan lebih baik.
Well, kita lihat berapa lama gue bisa bertahan dengan ide gue tersebut. Satu hari? Dua hari? Satu minggu? Atau ide itu hanya akan ada di benak gue aja?
Sigh. I really need to manage my time well enough. :)
Minggu, 18 Maret 2012
CV Design
Gue sedang mencoba membuat cv untuk internship alias kp. Pertama, gue liat-liat cv punya temen, punya orang, hasil googling, pokoknya cari inspirasi gimana caranya bikin cv yang oke dan apa aja yang sebenernya harus ada di cv. Abis itu, gue menimbang-nimbang cv yang cocok buat gue yang kayak gimana baik dari segi isi dan desain.
Awalnya, gue nulis cv di ms word. Setelah dipikir-pikir, desainnya ga enak gitu diliat. Terlalu standard, simple, dan polos. Ya, ga penting memang. Tapi, gue jadi lebih tertarik mikirin ide buat desain cv karena isi cv gue yang ga berisi. haha. Mulai deh gue googling lagi tentang desain cv yang enak dipandang mata. Gue sempet nemu desain yang bagus-bagus di devian art. Tapi, ga mungkin gue bikin kayak gitu! Karena cv yang gue bikin itu harus formal. Gue mau cv gue itu keliatan formal, tapi menarik dan elegan. Ya udah, gue cari-cari lagi contoh desain cv. Gue akhirnya nemu di salah satu situs yang maaf banget gue lupa dapet dari mana jadi ga bisa gue cantumin sumbernya di sini. Gue nemu tampilan untuk cv yang menarik buat gue dan dibuat menggunakan AI (bukan Artificial Intelligence tapi Adobe Illustrator). Nah, dari situ gue kemudian mengembangkan lagi desainnya. Gue kemudian bikin cover page buat cv gue. Sangat simple, tapi menarik menurut gue. Gue juga lanjut bikin cover letter buat cv gue tersebut. Nah, jadinya seperti apa, nanti gue upload skrinsyuuutnya. Kenapa ga sekarang? Karena internet gue yang belum gue bayar dan jadi lemot tiada tara ini. Hahaha.
Gue sempet sedih loh, ngeliat cv gue yang ga ada isinya dan membuat gue berpikir ulang dan bertanya kepada diri sendiri, "Ngapain aja lo selama ini?". Tapi, setelah ngeliat hasil cv yang gue buat karena desainnya, jadi yaaa, kesedihan itu lumayan terobati kalo ga ngebaca isinya tapi cuma memandang cv sekilas aja. That also makes me wanna be someone better so that I could fill the blank space in my cv. Hehe.
Gue sempet sedih loh, ngeliat cv gue yang ga ada isinya dan membuat gue berpikir ulang dan bertanya kepada diri sendiri, "Ngapain aja lo selama ini?". Tapi, setelah ngeliat hasil cv yang gue buat karena desainnya, jadi yaaa, kesedihan itu lumayan terobati kalo ga ngebaca isinya tapi cuma memandang cv sekilas aja. That also makes me wanna be someone better so that I could fill the blank space in my cv. Hehe.
Good luck buat bikin resume, cv, proposal, dan apply buat KPnya temen-temen seangkatan. Terutama teman-teman IF dan STI 09 :)
Sabtu, 10 Maret 2012
Faith in Humanity : RESTORED!
Sebelumnya, gue udah pernah bilang kalo dompet gue ilang lagi untuk yang ketiga kalinya :'p. Nah, kali ini, Alhamdulillah, dompet gue ditemukan oleh orang baik. Thank God :)
Hari Kamis lalu, sekitar pukul 11 siang, tepat ketika kuliah akan dimulai di ruangan 7601, gue dapet telpon dari Diani. Dia bilang, ada yang nyariin gue di Sekre 1 HMIF, katanya ada yang nemuin dompet gue yang ilang. Ok. Gue langsung keluar dari kelas selagi Pak Dosen nyiapin layarnya. Gue lari ke sekre himpunan yang emang deket banget sama ruang kuliah gue itu.
Sampai di depan sekre, lagi banyak orang yang ada disitu yang sebagian besar juga temen seangkatan gue yang mau kuliah juga <-- parah banget nih telat, haha. Terus, gue dikasih tau ada seorang bapak tua yang berdiri disitu. Beliau kah yang menemukan dompet gue? Iya. Temen-temen gue langsung bilang, "Nih, Rachesnyaaa."
Bisa dipastikan beliau lah yang menemukan dompet gue. Bapak tersebut langsung bertanya dan memberi kepastian tentang dompet saya tersebut. Pertana beliau memberikan kepada saya stiker himpunan yang memang saya taruh di dompet. Ini stikernya.
Lalu beliau menyebutkan ciri-ciri dompet gue yang berwarna hitam dan beberapa isinya seperti KTM, ATM, KTP, dan kartu identitas lainnya. Lalu beberapa struk dan bahkan beliau menyebutkan struk laundry yang berharga sekitar 9ribuan. Beliau juga menyebutkan jumlah uang yang berkisar 57ribu yang ada di dompet gue *yang bahkan gue sendiri juga udah ga inget ada berapa*. Abis itu, gue diajak langsung ke rumahnya. Tapi, karena tas gue udah ada di kelas walaupun kuliahnya bisa bolos, gue bilang ke Bapak tersebut kalo gue ga bisa ikut langsung karena masih ada kuliah. Lalu, gue minta alamat rumah beliau dan gue catat di belakang stiker yang beliau berikan. Ini kurang lebih bentuk dan isi dompet gue :D
![]() |
| ini penampakan dompet gue |
![]() |
| sim card yang udah ga kepake :D |
![]() |
| itu ada foto-foto jaman SMA |
![]() |
| ternyata uangnya ada Rp 73.700,00 |
Beliau juga bercerita bahwa sudah sekitar tiga minggu dompet tersebut beliau simpan, dan mencari pemiliknya di sekitar tempat beliau menemukan dompet saya, yaitu di depan SMP Pertiwi yang juga dekat dengan rumah beliau dan kosan gue. Kemudian, beliau sempat ke TU Prodi untuk menanyakan pemilik dompet yang beliau temukan karena beliau melihat KTM gue dan kebetulan juga salah satu anak beliau lulusan ITB. Beliau sempat bercerita bahwa beliau sudah pensiun sejak 18 tahun yang lalu. Wew. Beliau memang sudah terlihat renta. Beliau bilang ketika beliau bertanya ke TU, TU meminta KTMnya agar nanti langsung diberikan, tetapi karena beliau tahu itu ATM juga, maka beliau tidak mau. Akhirnya beliau mendatangi sekre himpunan yang beliau ketahui dari stiker tadi. Sepulang kuliah, gu bersama dua orang temen gue, Hapsari dan Arie mengunjungi rumah beliau untuk mengambil dompet gue. Ternyata rumahnya ga jauh dari kosan gue, Kurang lebih di belakang kosan gue. Ketika singgah di sana, ada dua orang cucu beliau yang sedang bermain di ruang tamu :)
Akhir cerita. Dompet gue kembali dengan selamat sentosa ke tangan gue dan gue berjanji akan menjaganya baik-baik. Dan ucapan syukur Alhamdulillah serta terima kasih ga luput gue ucapkan kepada Allah juga kepada Bapak Tua tersebut. Subhanallah. Ternyata pada zaman di mana kejahatan berkeliaran dengan brutal begini, masih ada sesosok manusia yang sangat mulia. Terima kasih, Pak :). Alhamdulillah Ya Allah.
Kamis, 01 Maret 2012
lots of lost
10000 hours learning and trying to be expert? hmm.
how about facing a failure or barriers? then you don't even want to look back at such thing you used to love the most? you quit? and some other times, you would just realize that you still got the passion to do the thing. you would just hesitate and you wished that you didn't stop at that time.
try to climb the big wall you face. try to destroy all barriers in front of you. challenge the failure so it will be frightened of you and run away from your red carpet. you would never know if the golden star is just an inch away from you.
how about facing a failure or barriers? then you don't even want to look back at such thing you used to love the most? you quit? and some other times, you would just realize that you still got the passion to do the thing. you would just hesitate and you wished that you didn't stop at that time.
try to climb the big wall you face. try to destroy all barriers in front of you. challenge the failure so it will be frightened of you and run away from your red carpet. you would never know if the golden star is just an inch away from you.
Jumat, 24 Februari 2012
Me and Basketball
I've had a great match. Jadi ceritanya, hari Rabu lalu, gue ikutan tanding basket antar himpunan di kampus. Kebetulan, posisi gue di tim basket saat ini sebagai point guard. Nah, PG di tim himpunan gue ini kebetulan lagi cuma ada dua: gue sama ka Niki. Kebetulan ketiga, di pertandingan kemarin ka Niki harus ikut konferensi gitu di Bali. Kebetulan selanjutnya, gue itu orang dengan stamina yang super ancur-ancuran. Gue lemah, terlalu gampang ngos-ngosan. Selain itu, gue juga panikan orangnya. Gawat banget kan kalo gue disuruh maen paling lama. Beda banget karakter gue di lapangan sama ka Niki yang bisa sangat tenang itu.
Ada dua orang sih akhirnya yang gantiin posisi gue. Tapi, sayangnya mereka belum pernah dilatih untuk posisi itu. Dadakan banget. Jadi wajar aja kalo mereka malah jadi sedikit bingung mau ngapain. Gue juga kalo paniknya kambuh, udah ga paham lagi harus ngapain.
Hari Rabu pun tiba, pertandingan sore-sore. Kondisinya habis ujan *padahal berharap ujan terus sampe lewat jadwal pertandingan, haha*. Badan gue juga lagi kurang fit. Sedikit demam karena masuk angin. Biasa hasil begadang ngerjain tugas dan lupa makan. Dengan kondisi badan dan cuaca kayak gitu, gue tambah males buat tanding. Begitu sampai lapangan juga gue masih dengan males-malesan pemanasan. Lari-lari gitu pula. Untuk sekedar pengetahuan gue adalah orang yang paling males disuruh lari #pengetahuangapenting. Tapi, begitu peluit dibunyikan oleh wasit, entah kenapa gue mulai agak segeran. Belum sepenuhnya sampai gue yakin kalo tim gue still got a big chance to win. Di situ, gue kayaknya mulai lupa kalo stamina gue sangat lemah, gue lupa kalo gue lagi ga enak badan. Gue malah keasikan maen. Pengen menang. Entah ada angin apa juga, kemarin itu pertama kalinya dalam pertandingan basket gue ga panik sedikit pun. Gue masih bisa ngontrol bola dan ngelakonin pertandingan dengan tenang. Walaupun kita awalnya sempet tertinggal duluan, Gue saat itu masih yakin kalo masih bisa menang. Gue masih mau ngejer bola. Gue masih mau bawa tim gue menang. Gue mau ngerasain manisnya kemenangan yang udah lamaaaaaaaaaaaa banget ga gue rasain.
Hasil akhir pertandingan, tim gue kalah. Tapi di quarter terakhir, tim gue sempet balik memimpin. Sayangnya belum bisa mempertahankan keunggulan tipis itu. Hmm, well, it's okay. Just try harder for the next game. But to be honest, I really miss how great the feeling of winning was. I was a loser and NEVER wanna come back to be such again. Miss being a winner. What I've learned from the game is it was also the best feeling to pursue what you want to achieve :)
Ada dua orang sih akhirnya yang gantiin posisi gue. Tapi, sayangnya mereka belum pernah dilatih untuk posisi itu. Dadakan banget. Jadi wajar aja kalo mereka malah jadi sedikit bingung mau ngapain. Gue juga kalo paniknya kambuh, udah ga paham lagi harus ngapain.
Hari Rabu pun tiba, pertandingan sore-sore. Kondisinya habis ujan *padahal berharap ujan terus sampe lewat jadwal pertandingan, haha*. Badan gue juga lagi kurang fit. Sedikit demam karena masuk angin. Biasa hasil begadang ngerjain tugas dan lupa makan. Dengan kondisi badan dan cuaca kayak gitu, gue tambah males buat tanding. Begitu sampai lapangan juga gue masih dengan males-malesan pemanasan. Lari-lari gitu pula. Untuk sekedar pengetahuan gue adalah orang yang paling males disuruh lari #pengetahuangapenting. Tapi, begitu peluit dibunyikan oleh wasit, entah kenapa gue mulai agak segeran. Belum sepenuhnya sampai gue yakin kalo tim gue still got a big chance to win. Di situ, gue kayaknya mulai lupa kalo stamina gue sangat lemah, gue lupa kalo gue lagi ga enak badan. Gue malah keasikan maen. Pengen menang. Entah ada angin apa juga, kemarin itu pertama kalinya dalam pertandingan basket gue ga panik sedikit pun. Gue masih bisa ngontrol bola dan ngelakonin pertandingan dengan tenang. Walaupun kita awalnya sempet tertinggal duluan, Gue saat itu masih yakin kalo masih bisa menang. Gue masih mau ngejer bola. Gue masih mau bawa tim gue menang. Gue mau ngerasain manisnya kemenangan yang udah lamaaaaaaaaaaaa banget ga gue rasain.
Hasil akhir pertandingan, tim gue kalah. Tapi di quarter terakhir, tim gue sempet balik memimpin. Sayangnya belum bisa mempertahankan keunggulan tipis itu. Hmm, well, it's okay. Just try harder for the next game. But to be honest, I really miss how great the feeling of winning was. I was a loser and NEVER wanna come back to be such again. Miss being a winner. What I've learned from the game is it was also the best feeling to pursue what you want to achieve :)
Kamis, 23 Februari 2012
It was Just Me Losing My Wallet Again
Well, it's been the third time I lost my wallet *sigh*. It happened week ago when I was going late for a class. I was in a rush heading to my campus. I went out of my room still holding my wallet and cellphone. After I locked the door, I took some money to pay for the public transportation so I wouldn't need to open up my wallet in there then I just put it in my bag. In the middle of my way to the place where I used to stood waiting for the angkot -it's the name we call for a kind of public transportation here in Indonesia-, it suddenly rained so I took my umbrella out of my bag. Still trying to open up the umbrella and kept walking *yeah, cause I was already late for the class* until I reached the place to wait for angkot. I finally got an angkot and sat near the door. I put my bag in my lap then grabbed the upside of my bag. I couldn't feel my wallet that gotta be there. It didn't took so long 'til I arrived in my campus. I run to the car park there then checked out my bag. I hoped I could find my wallet and just went to the classroom. But, I couldn't find it. Suddenly, I decided not to come to the class and looked for it. I wished I still could find my wallet on my way back to my dorm. I had checked all my way back twice but still couldn't find it. That I realized that no more I could do to find it. My wallet is gone again. Losing my identities card, my senior high photos, cards, and some money of course. I think it's a hattrick but I won't make another shot.
Kamis, 02 Februari 2012
No warning! Get prepared now!
Sudah satu setengah minggu saya memasuki semester 6. Jauh di luar dugaan saya, ternyata belum ada tugas yang bikin mahasiswanya struggle, hehe. I guess next week the hell days will come to us. Masih berhati-hati dengan wejangan dari para senior tentang semester 6. It has become fears in my mind but I still have done no preparation to anticipate it.
Kecemasan terbesar untuk mahasiswa Informatika adalah tugas besar which comes without warning. Sejauh ini, tugas yang baru rilis hanya sekedar tugas mandiri biasa. The very first one has come from Information Security class, tugas yang diberikan mengenai social engineering yaitu melakukan pencarian data pribadi seseorang. Kemampuan seperti ini diperlukan namun kami sudah sangat diwanti-wanti untuk tidak melakukan penyalahgunaan informasi apapun. I still don't know how to get it done. Tujuannya memang bukan hanya mendapatkan informasi tersebut, tapi bagaimana cara mencari informasi tersebut yang nantinya akan ditulis dalam bentuk laporan.
Tugas kedua yang tertulis di catatan saya berasal dari kuliah Komunikasi Antar Personal a.k.a KAP. Kali ini mengenai Emotional Intelligence. Wew, mata kuliah yang saya ambil semester ini sepertinya jauh dari yang namanya coding. Eits, tunggu dulu, they just haven't come down to the earth yet. Sebenarnya saya membuka laptop dengan koneksi internet *yang baru nyala lagi setelah tiga hari mati dan membuat saya seperti orang gua yang ketinggalan informasi - lebay* ini awalnya dengan tujuan mencari bahan kuliah dan menyelesaikan tugas KAP tersebut. Ambisius memang mengerjakan di hari yang sama dimana tugas tersebut diberikan. Tapi toh semua itu hanya niat belaka. Pada akhirnya yang saya lakukan hanyalah membuka jejaring sosial, that laugh-maker site 9gag dan google. Saya berhasil mendapatkan bahan-bahan menarik untuk mengerjakan tugas tersebut. Namun, mode liburan yang ada dalam diri saya sepertinya belum diswitch balik ke mode kuliah. Haha. Buktinya, sekarang gue masih berhadapan dengan laptop ini tapi di dunia blog bukan di dunia word processor. Anyways, wish me luck for next week and those days that follow :)
Langganan:
Postingan (Atom)




